Penyertaan Tuhan Atas Yefta

Bacaan hari ini: Hakim-Hakim 11-12
“… TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tanganku …” (Hakim-Hakim 12:3)

Pada zaman itu, TUHAN memilih para pemimpin khusus yang disebut “hakim-hakim” untuk memimpin suku-suku Israel mengalahkan musuh-musuh mereka. Agar bangsa Israel dapat bertahan hidup sebagai satu bangsa, mereka harus setia dan taat kepada hukum Taurat, dan beribadat hanya kepada TUHAN Allah mereka. Apabila mereka setia, mereka akan tetap tinggal di tanah Kanaan dan menerima berkat TUHAN (Ul. 7:1-15). Akan tetapi, jika mereka beribadat kepada ilah-ilah lain, dimana bangsa Israel telah melanggar perjanjiannya, TUHAN akan membiarkan mereka dikalahkan oleh musuh-musuhnya (Hak. 2: 1-3).

Maka untuk yang kesekian kalinya bangsa telah berbuat dosa kepada TUHAN dengan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret dan kepada allah-allah lain, sehingga bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka. Dalam tahun itu juga bangsa Israel ditindas dan diinjak oleh bangsa Amon selama delapan belas tahun. Lalu berserulah bangsa Israel dan memohon pengampunan. Akhirnya, TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka, maka TUHAN membangkitkan Yefta.

Yefta, seorang yang hidupnya takut akan TUHAN (Hak. 11:11, 39) dan ditunjuk oleh TUHAN sebagai seorang pembebas atau hakim atas Israel untuk memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan musuh-musuh mereka. Meskipun Yefta adalah anak dari seorang perempuan sundal dan yang telah dibuang oleh saudara-saudaranya, bahkan para tua-tua bangsa Gilead, sehingga Yefta hidup sebagai perampok dengan para petualang, ternyata TUHAN telah memproses dan mempersiapkannya untuk berperang melawan bangsa Amon. Akhirnya, bangsa Israel hidup dalam pimpinan TUHAN selama enam tahun lamanya dan Yefta mati.

Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kisah ini? Jika kita dipanggil Tuhan menjadi alat-Nya, janganlah berkecil hati, tetapi percayalah bahwa Allah menyertai dan menolong kita dalam setiap tugas yang kita lakukan. Hanya saja, tetaplah taat dan setia hanya kepada-Nya, sehingga kita bisa diperkenan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s