Hilangnya Hukum, Hilangnya Ketertiban

Bacaan hari ini: Hakim-Hakim 19:1-30
“Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang…” (Hakim-Hakim 19:30)

Ketika hukum tidak ada, maka hasil akhirnya adalah keburukan dan rusaknya tatanan hidup manusia. Kerusuhan, penjarahan, pembunuhan, pelanggaran hukum, dan ancaman keamanan dapat terjadi di mana-mana, dan manusia adalah pelakunya!

Segala cerita kejahatan yang terjadi pada masa kini, seperti pemutilasian manusia, bukanlah hal baru. Alkitab menceritakan, pada saat bangsa Israel tidak memiliki pemimpin atau raja yang menegakkan kebenaran dan keadilan, kehidupan masyarakatnya menjadi liar. Salah satu peristiwa yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dicatat dalam kisah “perbuatan noda di Gibea” (Hak. 19:1-30). Pencatatan kisah ini mengingatkan kepada bangsa Israel pada masa itu dan bagi kita masa kini, bahwa ketika pemimpin tidak ada, ketika hukum diabaikan, dan firman Tuhan serta moralitas tidak ditegakkan dengan benar, kecenderungan manusia untuk melakukan yang jahat, tidaklah tertahankan.

Sebuah ironi dengan sengaja dicatat di sini, yaitu seorang Lewi, yang notabene, adalah keturunan dari salah satu suku Israel, yang dikhususkan melayani Tuhan, demi menyelamatkan dirinya, rela mengorbankan orang lain, bahkan kemudian memutilasinya. Dan komentar orang Israel terhadap peristiwa itu adalah: “Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir…” Jika demikian, apa penyebabnya? Jawabannya terletak pada ayat 1: “Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel…”

Raja merupakan simbol otoritas yang menegakkan keadilan dan kebenaran bagi masyarakatnya. Ketika raja tidak ada berarti hukum juga tidak ada, maka kebenaran dan keadilanpun tidak ada. Dari kisah ini, kita dapat menyimpulkan bahwa tanpa hukum, aturan, terlebih firman Tuhan yang menuntun kehidupan manusia, manusia akan cenderung pada apa yang jahat (Kej. 6:5, 8:21). Bagaimana dengan kita? Jangan biarkan hawa nafsu dosa menguasai kita, tetapi latihlah diri kita untuk hidup dalam firman Tuhan, agar kita hidup memuliakan Dia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s