Kesetiaan Rut

Bacaan hari ini: Rut 1:1-22
“… sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 1:16)

Rut adalah seorang wanita yang sangat terkenal di dalam Alkitab. Kisah hidupnya diceritakan secara detail dalam dalam satu kitab. Di dalam 66 kitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, hanya dua orang wanita yang kisah hidupnya diceritakan secara detail dalam satu kitab. Yang pertama adalah Rut, yang kedua adalah Ester. Pertanyaannya, mengapa Rut dan Ester (secara khusus Rut), kisah hidupnya diceritakan dalam satu kitab, sedangkan wanita-wanita lainnya, tidak? Padahal, dalam Alkitab ada banyak wanita-wanita lain yang baik, yang berani, yang dipakai Allah dalam kehidupan mereka. Tentu kita tidak bisa memahami secara utuh mengapa Allah mengizinkan kisah hidup Rut dan Ester dicatat dalam satu kitab khusus, sedang wanita-wanita lain, tidak. Allah tidak memberikan jawaban. Namun apabila kita melihat dalam kitab Rut, kualitas karakternya yang baik, yang membuat Rut dipandang dan dihargai oleh Allah.

Satu karakter yang sangat menonjol adalah mengenai kesetiaannya; baik itu kesetiaannya kepada mertuanya, maupun kesetiaan kepada Allah. Dalam Rut pasal 1 diceritakan, ketika suami Rut meninggal, mertuanya, Naomi, meminta menantu-menantunya untuk pulang kembali ke keluarga mereka masing-masing. Naomi melakukan hal ini, bukan karena dia ingin mengusir atau karena membenci menantu-menantunya, melainkan Naomi ingin supaya menantu-menantunya mempunyai kehidupan yang lebih baik daripada yang mereka alami dalam keluarga Naomi. Saat itu diceritakan, Orpa pulang kepada keluarganya; namun Rut, tetap ikut dengan Naomi. Satu perkataannya yang terkenal dicatat dalam Rut 1:16, “Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamu-lah bangsaku dan Allahmulah Allahku.”

Bagaimana dengan sikap kita? Teladanilah sikap Rut, yang setia, dan mau berjalan bersama Naomi melewati segala kepahitan yang terjadi dalam hidupnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s