Samuel Diperkenan Tuhan

Bacaan hari ini: 1 Samuel 7:15-17
“Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.” (1 Samuel 7:15)

Akhir-akhir ini banyak isu miring tentang para hakim; baik isu tentang ketidakadilan mereka dalam menangani perkara, atau keterlibatan hakim dalam suap. Isu-isu ini sangat merusak citra seorang hakim sehingga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum ini. Jika hakim tidak bisa dipercaya, lalu bagaimana masyarakat mendapat keadilan dan ketenteraman? Namun, ketika Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel, ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

(1) Samuel diperkenan Tuhan untuk memerintah atas Israel seumur hidup merupakan prestasi yang luar biasa. Hal ini menunjukkan: tidak ada hakim yang lebih baik daripada dirinya, juga tidak ada pengganti sehebat Samuel. Menjadi hakim atas bangsa Israel merupakan perkara atau tugas yang besar dan berat; sebab bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, suka melawan dan tidak taat. Kepada Tuhan saja mereka tidak taat, apalagi kepada manusia. Namun Samuel tidak segan-segan menghukum umat Israel yang berdosa kepada Tuhan (1Sam. 7:6).

(2) Samuel dipakai Tuhan. Ia berkeliling ke Betel, Gilgal & Mizpa demi menegakkan kebenaran dan disiplin Tuhan atas bangsa Israel. Perlakuan umat Tuhan yang menyimpang dari ibadah yang sejati menjadi sinkritisme. Nenek moyang mereka membuat mezbah di Betel untuk menyembah Tuhan, namun sekarang mereka menyembah patung di tempat yang sama (1Raj. 12:30), demikian juga terjadi di Gilgal dan Mizpa. Akhirnya mereka mengaku dosa ketika Samuel datang menghakimi mereka (1Sam. 7:6).

(3) Samuel diberkati Tuhan. Dalam zaman dan situasi yang tidak kondusif seperti saat itu, dan keadaan moral dan spiritual yang cenderung memburuk, Samuel tetap setia beribadah kepada Tuhan. Setelah kembali ke Rama tempat tinggal asalnya, ia mendirikan mezbah kepada Tuhan, sebagai tanda ibadah dan syukurnya kepada Tuhan yang telah menyertai dan memberkati tugasnya. Bagaimana dengan kita? Marilah kita melayani dan berperan seperti Samuel dalam situasi apa pun, sehingga kita dapat diperkenan dan dipakai Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s