Saul Raja Israel

Bacaan hari ini: 1 Samuel 10:1-16
“Maka Roh Tuhan akan berkuasa atasmu.” (1 Samuel 10:6)

Peralihan pemerintahan dari Samuel ke Saul menghadapi perubahan yang signifikan. Samuel mendasarinya dengan hati yang takut akan Tuhan, dan Saul memerintah dengan mengandalkan kemampuan dirinya. Dua karakter pemerintahan yang berbeda menciptakan situasi dan keadaan yang berbeda pula. Pada zaman Samuel, rakyat atau umat Israel dikendalikan oleh Samuel, sedangkan pada zaman Saul, rakyat atau umat Israel lah yang lebih dominan menguasai keadaan, sehingga pemerintahan Saul tidak berhasil; Saul tidak bersandar pada Tuhan.

(1) Sebagai formalitas, Samuel menuangkan minyak ke atas kepala Saul lalu menciumnya. Sebagai tanda bahwa Tuhan telah mengurapi Saul menjadi raja atas permintaan bangsa Israel sendiri. Juga tanda penyataan kasih Tuhan terhadap umat-Nya, agar Saul dapat menjalankan tugasnya dengan sah dan diakui bangsa Israel. Namun urapan Tuhan disalah-guna-kan oleh Saul sehingga ia tidak dapat memerintah dengan baik dan bijak.

(2) Saul diberi kepercayaan untuk memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan dan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Meski Saul telah beberapa kali mengalahkan pasukan Filistin, sehingga timbul kebencian mendalam orang Filistin kepada umat Israel, maka serangan balik orang-orang Filistin dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki membuat Saul dan tentara Israel, lari pontang-panting. Kegagalan Saul: karena ia lebih fokus melihat kekuatan musuhnya, daripada kekuatan Allah.

(3) Hanya kepada orang-orang tertentu, Allah mengijinkan Roh-Nya memenuhi seseorang. Kali ini sangat istimewa, Saul dipenuhi Roh Tuhan bersama rombongan nabi-nabi lainnya, sehingga orang-orang tercengang melihat Saul dapat bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu. Hal ini sebagai indikasi bahwa Tuhan melengkapi Saul dengan kuat kuasa-Nya, namun demikian, ternyata Saul lebih mengandalkan kekuatannya daripada bersandar pada Tuhan. Apakah kita seperti Saul, mengabaikan Tuhan dan lebih mengandalkan kekuatan diri sendiri?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s