Saul Ditolak Allah

Bacaan hari ini: 1 Samuel 15:1-11
“Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku …” (1 Samuel 15:11)

Saul kembali gagal, untuk kedua kali. Allah akan membalas kesalahan bangsa Amalek ketika memerangi orang Israel pada waktu mereka baru keluar dari perbudakan di Mesir (Kel. 17:8), dan memerintahkan Saul untuk maju memerangi dan menumpas Amalek seperti yang ditulis dalam kitab Musa (Ul. 25:17-19). Ini adalah peperangan TUHAN, bukan karena keinginan mereka seperti ketika berperang melawan Filistin (1Sam. 4). TUHAN akan memakai umat-Nya untuk menghukum kejahatan, karena itu TUHAN yang menjamin kemenangan mereka secara pasti.

Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur di sebelah timur Mesir, menumpas segenap rakyatnya, tetapi membiarkan Agag, raja Amalek untuk tetap hidup. Bersama dengan Agag, juga sejumlah besar hewan ternak yang sehat dan baik, diselamatkan. Tindakan Saul tersebut adalah pembangkangan kedua kali atas perintah TUHAN yang disampaikan kepadanya, melalui Samuel. Tindakan Saul kali ini, segera ditanggapi TUHAN dengan nada yang dramatis dan penuh emosi; “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja…”

Sekilas, sepertinya Allah bereaksi terlalu sensitif. Hanya karena Saul tidak melaksanakan firman-Nya, menyebabkan Allah berekspresi secara emosional seperti itu. Tapi kita perlu mengerti bahwa istilah “menyesal” di sini bukanlah seperti yang sering dialami oleh manusia, karena penyesalan Allah tidak sama dengan penyesalan manusia (ay. 29). Penyesalan Allah adalah suatu ungkapan rasa duka karena perbuatan salah manusia, bahwa perbuatan itu akan membawa konsekuensi logis berupa hal-hal negatif.

Alkitab memang tidak mencatat secara jelas, berapa lama jarak waktu antara Agag dibiarkan hidup, sampai dia ahirnya dibunuh di Gilgal (ay. 33); apakah cukup lama untuk dia berhubungan dengan seorang perempuan? Di kemudian hari, ketika kita membaca kitab Ester, kita bertemu dengan seorang yang bernama Haman (keturunan Amalek), yang hatinya begitu jahat dan membenci umat Allah, sehingga dia mengikhtiarkan kematian seluruh umat Allah yang ada.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s