Daud Tidak Membunuh Saul

Bacaan hari ini: 1 Samuel 24:1-23
“Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN!” (1 Samuel 24:7)

Raja Saul mempunyai satu tujuan dalam hidupnya, yaitu untuk membunuh Daud terutama setelah Daud mulai terkenal di antara bangsa Israel. Tidak heran ketika mendapat kabar bahwa Daud ada di padang gurun En-Gedi, Saul pun langsung memimpin pasukan menuju ke sana untuk mencari Daud. Situasi menjadi berbalik ketika Saul berada di dalam gua dan Daud beserta orang-orangnya ternyata berada tidak jauh dari sana. Kesempatan ada di tangan Daud untuk membunuh Saul, tetapi herannya kesempatan itu tidak diambilnya. Daud hanya memotong punca jubah Saul untuk menunjukkan betapa dia tidak pernah memiliki maksud jahat terhadap Saul sehingga Saul tidak perlu terus-menerus memburunya untuk membunuh dia.

Mengapa Daud melakukan hal itu? Daud adalah seseorang yang peka akan kehendak Tuhan dalam hidup. Ini ditunjukkan ketika Daud kemudian memutuskan benar-benar tidak akan membunuh Saul ketika jantungnya berdebar-debar (terjemahan lain mengatakan hati Daud menjadi susah) memotong punca jubah Saul. Bukan berarti setiap kita melakukan sesuatu dan jantung kita berdebar, maka itu berarti perbuatan kita tidak sesuai kehendak Tuhan. Tetapi Daud peka akan apa yang Tuhan kehendaki untuk dia lakukan terhadap Saul. Kesusahan hatinya ketika memotong punca jubah Saul adalah tanda supaya dia membuang jauh-jauh rencana atau keinginannya untuk membunuh Saul. Dan itu yang terjadi, Daud melarang orang-orangnya untuk membunuh Saul, Daud tidak membunuh Saul ketika ada kesempatan kedua setelah peristiwa pertama ini (1Sam. 26), dan Daud menyerahkan permasalahan dia dan Saul ke dalam tangan Tuhan yang adil (ay. 12). Pada akhirnya, Daud menjadi raja karena pengakuan dari seluruh bangsa Israel, bukan karena dia melakukan yang kurang pantas kepada Saul (2Sam. 5).

Bagaimana dengan kita? Mari kita melatih kepekaan rohani kita akan Tuhan. Ketika kita mulai berpikir dan mau bertindak yang jahat, dan kita diingatkan akan firman Tuhan, mari kita berdoa dan memohon pertolongan Tuhan untuk tidak melakukan yang jahat.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s