Hampir Saja, Daud!

Bacaan hari ini: 1 Samuel 25:1-38
“Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini.” (1 Samuel 25:32)

Dalam bagian firman Tuhan sebelumnya kita melihat satu kepekaan rohani Daud yang akhirnya melepaskan Saul dan tidak membunuh-nya. Tetapi ketika kita membaca bagian firman Tuhan hari ini, maka kita menjadi terkejut karena kepekaan seperti yang lalu, nampak tidak ada. Sebaliknya, Daud nampak sebagai seorang yang ber-ego tinggi dan ingin membalas dendam dengan begitu hebat. Bersyukurlah, di tengah situasi yang seperti itu, Tuhan memakai Abigail untuk mengingatkan Daud, agar menjauhi dosa yang telah begitu rupa menguasai dirinya.

Bila pada kejadian sebelumnya diungkapkan, bahwa Daud peka ketika dia merasa hatinya susah, maka kali inipun Daud diingatkan melalui seseorang. Demikian juga, ini bisa terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Ketika kita mulai membiarkan dosa menguasai pikiran atau perasaan kita, atau ketika kita mulai merancangkan suatu perbuatan jahat, Tuhan bisa memakai orang-orang di sekitar kita untuk mengingatkan kita, sebelum semuanya berjalan terlalu jauh. Orang itu mungkin, pasangan kita, atau teman kita, atau sesama pelayan Tuhan di Gereja. Hanya saja, terkadang kita tidak mau mendengarkan mereka karena ego kita. Atau, seseorang tersebut adalah orang yang menjengkelkan dalam kehidupan kita. Daud menjadi teladan dalam hal ini ketika dia cepat untuk menyadari kesalahannya dan segera membatalkan rencana jahatnya terhadap Nabal. Bagaimana dengan kita?

Mari kita hidup sebagai anak-anak Tuhan yang dipakai-Nya sebagai alat untuk menegur atau mengingatkan sesama kita. Marilah kita hidup sebagai suami/istri yang berani menegur atau mengingatkan pasangan kita ketika dia mulai bermain-main dengan yang jahat. Mari kita belajar rendah hati untuk mau menerima masukan atau teguran ketika orang lain melihat, bahwa kita berada di jalan yang salah. Bahkan mari kita belajar rendah hati ditegur oleh mereka yang kita anggap selama ini menjengkelkan. Karena siapa tahu melalui mereka Tuhan ingin mengingatkan sesuatu kepada kita. Kiranya Tuhan menolong kita untuk hal ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s