Kepergian Seorang Pemimpin

Bacaan hari ini: 1 Samuel 31:1-13
“Jadi Saul, ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati pada hari itu.” (1 Samuel 31:6)

Seorang pemimpin adalah seorang yang dapat menggerakkan atau memberi pengaruh pada para anggotanya untuk melakukan segala sesuatu, sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, baik secara pribadi maupun kolektif. Oleh sebab itu, keberadaan seorang pemimpin merupakan hal yang mendasar bagi pergerakan sebuah organisasi atau kehidupan ini. Pengaruh yang baik akan membuat setiap anggotanya memberikan rasa hormat (respect) kepada diri seorang pemimpin. Apabila seorang pemimpin memberi pengaruh yang jelek maka anggotanya akan pergi meninggalkannya. Jadi sebenarnya, keberadaan seorang pemimpin merupakan simbol yang sangat berkaitan erat dengan keberadaan sebuah bangsa atau organisasi.

Raja Saul merupakan simbol kepemimpinan bangsa Israel. Ketika pertempuran bangsa Israel melawan bangsa Filistin semakin hebat, maka sesuatu yang tidak dapat dihindari, terjadi dalam pertempuran tersebut. Pertempuran itu telah membuat Raja Saul dan ketiga anaknya gugur dalam medan pertempuran. Hal ini tentu membuat para tentara Israel mengalami kekalahan besar dalam pertempuran itu. Kekalahan ini membuat bangsa Filistin memiliki hak untuk merampas segala sesuatu dari bangsa Israel. Peristiwa kematian Saul juga dicatat dalam kitab I Tawarikh 10:9,10, ditulis bahwa kepala Raja Saul ditaruh di depan Kuil Dewa Dagon, Dewa Bangsa Filistin. Kejadian itu menyatakan bahwa Dewa Dagon telah memberikan kemenangan bagi bangsa Filistin. Kekalahan sebuah bangsa dari bangsa lain, menunjukkan kekalahan dari para dewa bangsa yang kalah. Dengan kata lain, ketika kekalahan terjadi pada sebuah bangsa setelah pertempuran, maka keruntuhan bangsa itu bukan saja meliputi kehancuran kota dan kerajaan, tetapi juga ideologi serta iman bangsa tersebut.

Hari ini, ketika menjalani kehidupan ini, marilah kita selalu menyadari bahwa hidup ini adalah peperangan rohani. Kemenangan kita membuat nama Tuhan dipermuliakan, namun sebaliknya, kekalahan kita membuat hati Tuhan terlukai.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s