Dipilih untuk Memimpin

Bacaan hari ini: 2 Samuel 2:1-4
“Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda.” (2 Samuel 2:4)

Ada sebagian orang menjadi pemimpin karena memang memiliki kharisma untuk memimpin; atau dengan kata lain, orang tersebut memang dilahirkan menjadi seorang pemimpin. Namun, ada juga orang yang menjadi pemimpin dikarenakan mereka dipercayai. Di sini, untuk menjadi seorang pemimpin, orang tersebut perlu dilengkapi, diberi tanggung jawab dan didukung untuk menjadi seorang pemimpin.

Peristiwa kematian Saul mengakhiri kitab 1Samuel, & pengangkatan Daud sebagai raja di suku Yehuda merupakan awal kitab 2Samuel, yang hendak menyatakan bahwa kitab ini akan berbicara panjang lebar dalam masa pemerintahan raja Daud. Uniknya, selain menceritakan kebesaran raja Daud, bagian ini juga menyoroti kehidupannya secara utuh sebagai manusia, termasuk jatuh bangunnya dalam kerohanian dan ketidak-harmonis-an keluarganya. Dalam hal ini, kita belajar makna dipilih untuk memimpin, ternyata bukan saja memimpin dalam berorganisasi (struktural) tetapi juga menjadi teladan hidup. Karena itu, seorang pemimpin adalah seorang yang dipanggil untuk menjadi teladan dalam segala aspek hidupnya di hadapan Tuhan, dan orang-orang yang dipimpinnya. Teladan yang ditunjukkan raja Daud di awal kitab 2 Samuel ini adalah: (1) Raja Daud sangat menghargai orang yang diurapi oleh Tuhan. Karena itu, ia langsung menghukum orang Amalek yang mengaku telah membunuh Raja Saul. Hal ini menunjukkan bahwa, Raja Daud tidak pernah dikuasai oleh kebencian terhadap Raja Saul yang mengejar ingin membunuhnya, justru ia sangat menghormatinya. (2) Raja Daud mulai menjalani pemerintahannya dengan bertanya kepada Allah. Yang artinya, bahwa ia sangat ingin melakukan segala sesuatu dalam hidupnya, sesuai dengan kehendak Allah. Di sini, Raja Daud menunjukkan bagaimana seorang pemimpin harus sabar dalam menantikan waktu Tuhan. Raja Daud sangat memahami bahwa dipilih Tuhan, bukan berarti bisa bertindak seenak hatinya, tetapi bagaimana dapat selalu rindu belajar untuk mengutamakan kehendak Tuhan di tempat yang terutama. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s