Papa Tidak Adil!

Bacaan hari ini: 2 Samuel 14-15
“Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil.” (2 Samuel 15:4)

Pernahkah Anda melihat dan mendengar seorang anak berteriak-teriak dengan marahnya: “Papa Tidak Adil! Papa Tidak Adil! Tidak Adil!” Lalu sambil menangis ia pergi keluar dari rumah, dan sang papa hanya diam dan tidak berespon sebagaimana sang anak harapkan? Demikianlah kira-kira kekecewaan dan kemarahan Absalom atas respons Daud terhadap aib yang menimpa adiknya, Tamar.

Hati Absalom pedih sekali melihat Tamar, si adik, menangis pilu, karena telah diperkosa Amnon, saudaranya. Absalom berharap ayahnya, Daud, dapat bertindak adil dengan menghukum Amnon. Tetapi Daud tidak melakukan apa-apa. Melihat reaksi papa yang tidak berlaku adil tersebut membuat Absalom menjadi sangat kecewa dan sakit hati kepada papanya. Akhirnya Absalom pun bertindak main hakim sendiri. Ia merekayasa dan menyuruh para pengikutnya untuk membunuh Amnon, saudaranya itu. Walaupun demikian, hati Absalom tetap saja menyimpan kepahitan dan kemarahan kepada Daud, ayahnya itu.

Bertahun-tahun kemarahan itu disimpan oleh Absalom; hal tersebut terlihat saat setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu akan dipanggil Absalom dan katanya: “Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan engkau.” Lagi kata Absalom: “Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil” (ayat 3-4). Sesunguhnya apa yang Absalom katakan tersebut merupakan unek-uneknya terhadap papanya, yang tidak dapat menyatakan: yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Bahkan ia menggunakan momen tersebut untuk mempromosikan dirinya menjadi raja yang akan mengadili perkara rakyatnya dengan benar dan adil, tidak seperti apa yang telah papanya perbuat terhadap perkara keluarganya (2Sam 15:1-6). Bagaimana dengan sikap kita sebagai orang tua terhadap anak-anak kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s