Hati Bapa

Bacaan hari ini: 2 Samuel 19:1-4
“Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!” (2 Samuel 19:4)

Walaupun Absalom telah berlaku kurang ajar dengan memberontak dan mempermalukan orangtuanya, Daud sebagai seorang bapa, tetap mengasihinya. Ketika mendengar kabar bahwa Absalom, anaknya itu telah mati, sebagai bapa, Daud sedih sekali. Kemenangan para prajuritnya tidaklah membuatnya bersorak-sorai dengan sukacita, tetapi sebaliknya Daud merasakan dukacita medalam. Karena kemenangannya adalah kematian bagi Absalom, anak yang dikasihinya.

Daud menangisi kematian Absalom; sampai-sampai tangisan dan ratapannya terdengar begitu keras di telinga para tentara yang berperang untuknya. Saat mereka pulang dari medan pertempuran, mereka tidak lagi pulang dengan sorak-sorai kemenangan seperti biasanya, tapi sebaliknya mereka pulang dengan suasana hati berkabung. Dikatakan pula bahwa ketika mereka pulang, mereka memasuki kota secara diam-diam pada hari itu, seperti tentara yang kena malu kembali dengan diam-diam karena melarikan diri dari medan pertempuran (2Sam. 19:1-3). Demikianlah suasana kesedihan hati seorang Bapa atas kematian anaknya.

Senakal-nakalnya atau bahkan sejahat-jahatnya perilaku seorang anak, hati bapa tetap mengasihi anaknya, meski kadangkala sang anak berperilaku mengecewakan, bahkan durhaka. Demikianlah yang diperbuat Daud sebagai bapa Absalom, anaknya. Meski Absalom begitu membenci dirinya dan bahkan ingin membunuhnya, hati Daud tetap mengasihinya. Sayang sekali, Absalom sebagai anak, tidak pernah mengetahui isi hati bapanya yang sangat mengasihinya.

Sebagai seorang bapa, bagaimanakah dengan Anda? Apakah Anda masih bisa mengasihi anak-anak Anda saat mereka menunjukkan sikap memberontak dan bahkan mendurhakakan Anda? Apakah masih ada hati bapa yang tetap mengasihi mereka di dalam hati kita? Adakah sikap kasih Anda membuat mereka menyadari bahwa sesungguhnya Anda sangat mengasihi mereka? Marilah kita menunjukkan kasih kita kepada anak-anak kita, agar mereka tahu bahwa kita sungguh mengasihi mereka.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s