Ketaatan

Bacaan hari ini: 1 Raja-Raja 6
“… jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu …” (1 Raja-raja 6:12-13)

Pembangunan Bait Suci sebenarnya merupakan ide dan kerinduan Raja Daud (2Sam.7:2). Tapi Tuhan tidak mau Daud membangunnya karena tangannya telah menumpahkan banyak darah (1Taw. 22:8). Tuhan memilih Salomo, anak Daud, untuk melakukan tugas besar ini. Namun, sekalipun Daud tidak diizinkan membangun sendiri, dia berusaha sungguh-sungguh untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk pembangunan Bait Allah tersebut. Ia mengumpulkan tukang-tukang pahat, menyediakan sangat banyak besi, tembaga, kayu aras, emas, perak dan banyak batu-batu mulia yang berharga.

Akhirnya, Bait Suci pun dibangun pada zaman Salomo memerintah. Bait Suci ini dibangun begitu detail dan megah, dilapisi dengan emas yang mewah. Tetapi ada satu hal penting terjadi di dalam proses pembangunan bait Suci ini. Di tengah kesibukan pembangunan, kita menemukan di ayat 11-12, Tuhan berfirman kepada Salomo agar ia hidup menurut segala ketetapan Tuhan. Dari sini kita melihat, bahwa sekalipun Salomo sedang mengerjakan proyek besar bagi Tuhan, tapi yang lebih penting bagi Tuhan adalah ketaatan pada Tuhan, yakni hidup yang menuruti segala ketetapan Tuhan dan melakukan segala peraturan-Nya. Dan Tuhan berjanji bahwa apabila mereka melakukannya, maka Ia akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak akan meninggalkan mereka.

Melalui bagian ini kita belajar, bahwa Tuhan memang senang ketika kita bisa mengerjakan satu proyek besar bagi Dia, memberikan harta kita sebagai persembahan, atau melayani Dia dengan penuh semangat. Tetapi lebih daripada itu, yang terpenting bagi Tuhan adalah bila kita mau hidup menaati-Nya. Bila kita bergiat melayani Tuhan, tapi hati kita jauh daripada-Nya dan tidak menaati FirmanNya, maka semuanya itu akan menjadi sia-sia, karena Tuhan tidak berkenan akan persembahan demikian. Karena itu, mari kita mengintrospeksi diri kita. Sekian lama kita menjadi orang Kristen, sekian lama kita melayani dan menjadi aktivis gereja, adakah hati kita terpaut dan taat kepada-Nya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s