Dosa-Ingin-Maut

Bacaan hari ini: 1 Raja-Raja 21:1-29
“Kata Ahab kepada Elia: Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku? Jawabnya: Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.” (1 Raja-Raja 21:20)

Dalam kisah kebun anggur Nabot, Raja Ahab dapat dikatakan melakukan perbuatan dosa seperti tertulis di dalam surat Yakobus: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yakobus 1:14-15).

Pada mulanya Ahab “hanya” memiliki sebuah keinginan, seperti kita pada umumnya, namun keinginannya pupus karena ditolak. Kita pun sering mengalami penolakan dalam karier, cinta, keuangan, kedudukan, nama, dan sebagainya, sehingga mengakibatkan sakit hati pada diri kita, juga Ahab. Seperti ayat Alkitab di atas, ia diseret dan dipikat oleh keinginan dan pencobaan. Ia tidak mau (tidak mampu) melepaskan diri dari pencobaan atau keinginan ini, bahkan melanggar aturan firman Tuhan demi untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Bagian ini kita bisa lihat dari bagaimana liciknya Izebel mengatur rencana jahat untuk menfitnah dan membunuh Nabot. Itulah yang disebut sebagai keinginan jahat yang dibuahi, sehingga melahirkan dosa. Sang pendosa sama sekali tidak merasa dirinya bersalah atas perbuatan dosanya, tidak ada penyesalan atau pertobatan, bahkan ia menikmati dosanya tersebut (dosa sudah matang), sehingga lahirlah maut. Seorang pendosa yang tidak menyadari bahwa dirinya berdosa, dan tidak bertobat, pada hakekatnya ia adalah seorang yang mati.

Sekalipun yang melanggar adalah raja/ratu pemegang kekuatan tertinggi sebuah kerajaan, sekalipun siasatnya begitu lihai, dan tidak ada yang bisa menebak tujuannya, serta tidak ada kebenaran dan keadilan, kita bersyukur, masih ada TUHAN yang Mahaadil dan Mahatahu, mengetahui semua itu, dan juga berlaku sebagai Hakim Adil, yang akan mengadili dosa semua orang, tanpa kecuali. Karena itu, janganlah kita pernah bermain-main dengan dosa, atau dipermainkan dosa, karena upah dosa ialah maut. Kita harus segera menyesali dan bertobat bila berdosa, sebab kita tidak dapat menipu Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s