Allah dan yang Tersisa

Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 4
“… Berkatalah perempuan itu: Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.” (2 Raja-Raja 4:2)

Kisah ini dimulai dengan sebuah keluhan dari istri seorang nabi yang telah meninggal, karena penagih-penagih hutang datang kepadanya. Namun, karena memang tidak memiliki harta benda untuk membayar hutangnya, maka para penagih hutang tersebut akan mengambil kedua anak dari janda itu, untuk dijual menjadi budak. Istri nabi tersebut tidak rela jika dua anaknya harus hidup sebagai budak sehingga dia datang kepada Elisa dan meminta supaya Elisa menolong dia dan anak-anaknya. Pada waktu itulah Elisa berkata, “Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Pada waktu Elisa menanyakan hal itu, dia bukan ingin tahu apa saja harta janda itu. Elisa tahu bahwa janda itu tidak mempunyai apa-apa di rumahnya, sampai anak-anaknya terancam dijadikan budak. Namun, Elisa bertanya dengan maksud ingin memakai apa yang masih tersisa dari janda tersebut untuk memberkati keluarganya. Ketika janda tersebut mengatakan, hanya ada sebuah buli-buli berisi minyak; namun demikian, dari satu buli-buli itu kita baca bahwa minyaknya tidak habis-habis pada waktu diisi ke buli-buli yang lain. Akhirnya, dari satu buli-buli itu, janda ini dapat menjual minyak sehingga mampu membayar hutang-hutangnya dan menghidupi keluarganya.

Di sini kita mendapatkan pelajaran penting. Allah memberkati umat-Nya, tidak harus dengan sesuatu yang baru, di luar apa yang dimiliki orang tersebut. Kita melihat dalam peristiwa janda ini, bagaimana Allah memberkatinya melalui sisa-sisa harta yang dimilikinya, yang mungkin bagi banyak orang dianggap tidak berharga. Bisa jadi, saat ini kita mengalami apa yang dialami janda ini, kita bangkrut dan hanya meninggalkan hutang-hutang yang akan mengancam kehidupan dari keluarga kita. Jika kita mengalami hal itu, maka jalan yang harus kita lakukan bukanlah depresi atau marah kepada Tuhan; melainkan kita datang kepada Allah, meminta pertolongan-Nya. Allah kita tidak terbatas, Dia bisa menggunakan yang tersisa untuk memberkati umat-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s