Allah yang Berkuasa

Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 13:20-21
“… Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri …” (2 Raja-Raja 13:21)

Kisah ini merupakan salah satu kisah mujizat yang dicatat dalam sejarah jatuh-bangunnya raja-raja Israel. Pada waktu membaca bagian ini, tentu tersirat pemahaman bahwa “tulang-tulang Elisa” melakukan mujizat dan menghidupkan orang yang sudah mati. Apakah pemahamannya demikian? Tentu tidak! Orang mati atau tulang-tulangnya, tidak bisa mendatangkan mujizat. Yang benar adalah, Allah yang sedang berkarya melalui kematian Elisa.

Siapakah Elisa? Elisa adalah penerus dari nabi Elia. Dalam tradisi Israel, Elisa bukanlah termasuk nabi-nabi utama yang penting. Nama Elia dan Musa lebih dihormati orang Israel. Nama Elisa hanya 1 kali disebutkan di dalam PB (Luk. 4:27), yang dikaitkan dengan kesembuhan Naaman. Meski demikian, Elisa adalah salah seorang nabi yang berpengaruh dalam dunia politik pemerintahan Israel. Pada waktu kematiannya, ia dikuburkan dengan adat dan kebiasaan yang terjadi di Israel. Alkitab menulis bahwa gerombolan Moab seringkali memasuki negeri pada pergantian tahun (ay. 20b). Gerombolan ini menjarah dan membunuh dengan kejam, sehingga bangsa Israel takut terhadap gerombolan Moab ini.

Suatu saat ketika orang Israel sedang menguburkan mayat, tiba-tiba mereka melihat gerombolan Moab datang ke arah mereka. Orang Israel langsung melarikan diri, dan mayat itu mereka lempar begitu saja sehingga mengenai mayat (tulang-tulang) Elisa. Saat itulah, mayat yang terkena tulang-tulang Elisa, dapat hidup lagi berdiri (ay. 21). Ini menyatakan bahwa meskipun nabi Allah sudah meninggal dan di Israel tidak ada lagi nabi yang menyatakan nubuat, Allah dapat memakai tulang orang yang sudah mati untuk menyatakan kuasa-Nya. Kisah ini bertujuan untuk mengajarkan agar orang Israel mengandalkan Allah, dan bukan hamba Allah. Ketakutan Israel terhadap bangsa Moab, seharusnya menjadi alasan kuat untuk berbalik dan mengandalkan Allah Israel. Bagaimana dengan Anda? Tatkala kita mengalami ketakutan dan kesulitan yang hebat, seharusnya ini menjadi alasan yang kuat untuk kita mengandalkan Allah dalam hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s