Israel di Ambang Kehancuran

Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 15-16
“Selanjutnya demi raja Asyur, disingkirkannya dari rumah TUHAN serambi tertutup untuk hari Sabat yang telah didirikan pada rumah TUHAN …” (2 Raja-Raja 16:18)

Dalam ps.14:25 dicatat bahwa Yerobeam berhasil mengembalikan daerah Israel, yaitu merebut kembali tanah-tanah yang tadinya terlepas ke tangan asing. Dari segi politik terhadap pihak luar, Israel dapat dikatakan cukup berhasil. Tetapi di ps.17, kita akan bertemu dengan catatan tentang kehancuran Israel di tangan Asyur. Catatan di dalam ps.15-16 membeberkan bahwa di balik keberhasilan politis terhadap luar, secara internal sedang terjadi kemerosotan yang parah. Baik Kerajaan Yehuda di Selatan, maupun Kerajaan Israel di Utara, sama-sama sedang mengalami kemunduran yang berakar pada hilangnya kesetiaan kepada TUHAN. Tapi kondisi dalam Kerajaan Israel sudah menjadi sedemikian parah, sehingga kehancuran menjadi akhir yang tidak terhindarkan.

Catatan ps.15:8-31 membeberkan bagaimana suksesi kepemimpinan terjadi melalui kudeta demi kudeta. Zakaria, anak Yerobeam dikudeta dan dibunuh oleh Salum. Salum dikudeta dan dibunuh oleh Menahem. Menahem mencoba untuk mempertahankan kerajaan dengan membayar upeti dengan memaksa rakyatnya, tetapi anaknya yang menggantikan dia dikudeta dan dibunuh oleh perwiranya, Pekah. Kemudian Pekah dikudeta dan dibunuh oleh Hosea.

Kondisi seperti itu menunjukkan bahwa sesungguhnya peran TUHAN sudah tidak ada lagi di dalam kehidupan Kerajaan Israel; yang mereka lakukan semata-mata adalah kejahatan yang dimulai pada pucuk kepemimpinan (15:9, 18, 24, 28). Raja tidak hidup berelasi dengan TUHAN, kehilangan rasa hormat dan takut akan Dia, memimpin umat dengan mengandalkan kepandaian dan ambisi pribadi. Tidak ada lagi penyertaan dan perlindungan dari TUHAN, karena mereka sendiri yang sudah jauh meninggalkan Allah. Fakta bahwa Yerobeam berhasil memulihkan daerah-daerah yang terlepas dahulu, bukan membangkitkan rasa syukur kepada kemurahan Allah, tetapi justru membangkitkan ambisi liar untuk merebut kekuasaan. Mereka tidak lagi setia pada TUHAN dan menjadi liar. Mereka telah membuang berkat dan memilih kutuk. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s