Pembaruan Hidup Rohani

Bacaan hari ini: 2 Raja-Raja 22:1-20
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

Kita seringkali berpikir, bahwa urusan rohani tidak ada hubungannya dengan urusan jasmani; seolah-olah keduanya adalah dua hal yang terpisah. Itulah sebabnya dalam kehidupan orang Kristen seringkali terjadi “bi-polar,” keterpisahan antara yang rohani dan jasmani.

Kehidupan jasmani sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan rohani. Keduanya adalah satu. Apapun yang kita kerjakan dalam hidup ini mencerminkan kehidupan rohani kita. Untuk memahami hal ini, marilah kita perhatikan sejarah perjalanan rohani bangsa Yehuda di hadapan Tuhan. Bacaan Alkitab kita hari ini memperlihatkan:

Pertama, relasi yang dipulihkan (reconciled with God) merupakan kebutuhan paling mendasar dan penting bagi kehidupan kita. Ketika Yosia mendengarkan suara TUHAN melalui kitab Taurat yang ditemukan dan dibacakan di hadapannya, ia langsung mengoyakkan pakaiannya. “Pengoyakan pakaian” adalah tanda penyesalan atas dosa, dan kerinduannya akan pendamaian dengan TUHAN. Terpenting adalah, rekonsiliasi Yosia bukan sekadar penyesalan dosa, tapi juga menempatkan TUHAN pada posisinya sebagai TUHAN atas Yehuda.

Kedua, implikasi dari rekonsili tersebut adalah Yosia menempatkan segala tatanan kehidupan dan religi rakyat Yehuda dengan benar di hadapan TUHAN (ps. 23:3). Bangsa Yehuda yang semula berperilaku tidak sesuai dengan ketetapan-ketetapan TUHAN, sekarang berbalik dan hidup menurut ketetapan-Nya. Jika semula tatanan hidup bangsa Yehuda menjadi rusak (ps. 21), maka sejak Yosia melakukan rekonsiliasi rohani dangan TUHAN, kehidupan mereka sesuai dengan kehendak TUHAN, dan hasilnya adalah hidup mereka diperkenan dan diberkati oleh TUHAN. Bagaimana dengan kita? Sudahkan kita berdamai dengan TUHAN dan menempatkan Dia menjadi TUHAN atas hidup kita?

Jika perilaku atau sikap kita mulai tidak beres, baik di hadapan TUHAN atau sesama, jangan-jangan ada masalah rohani yang perlu kita bereskan. Jangan tunda dan mengingkarinya, melainkan berbaliklah kepada TUHAN.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s