Pergaulan Buruk Merusak Kebiasaan Baik

Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 17-19:3
“…sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau.” (2 Tawarikh 19:2b)

Seperti ayahnya, Yosafat memulai pemerintahannya dengan baik. Dalam ps.17:3-4 ditulis, “Tuhan menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintahNya dan tidak berbuat seperti Israel.” Yosafat hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dan menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala (ps. 17:6), ia juga mengutus beberapa pembesar bersama beberapa orang Lewi untuk memberikan pelajaran kitab Taurat Tuhan di Yehuda. Karena itu, firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan mengokohkan kerajaannya dan mendatangkan ketakutan bagi kerajaan-kerajaan di sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. Bahkan dari antara orang Filistin, ada yang membawa persembahan dan upeti.

Namun sangat disayangkan bahwa kondisi kerajaan yang kuat dan aman membuat Raja Yosafat melakukan kesalahan yang berakibat fatal, yaitu dia menjadi besan dengan raja Ahab yang jahat itu. Tindakannya ini membuat ia pada akhirnya terbujuk untuk mendengarkan nasihat dari nabi-nabi palsu dan pergi berperang dengan raja Ahab. Dalam peperangan ini, akhirnya raja Ahab tewas, tetapi Tuhan masih berbelas kasihan menolong Yosafat sehingga ia bisa kembali ke istananya dengan selamat. Akibat tindakan Yosafat itu, Tuhan mengutus Yehu bin Hanani untuk menegurnya karena ia sudah bersahabat dengan orang yang membenci Tuhan.

Sebagai anak-anak Tuhan yang hidup di tengah dunia yang penuh godaan dosa, kita perlu berhati-hati dalam pergaulan kita. Pada saat kita salah memilih rekan, pasangan hidup atau teman, kita justru akan terjerumus dalam hal-hal yang tidak berkenan di hati Tuhan. Itu sebabnya Firman Tuhan mengatakan, “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1Kor. 15:33 bdk. Mzm. 1:1-3). Kiranya kita senantiasa waspada di dalam pergaulan kita. Jangan biarkan pengaruh yang buruk merusak kebiasaan yang baik dalam hidup kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s