Dissapointed Or Trust

Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 25:1-28
“Ketika Amazia kembali, setelah mengalahkan orang-orang Edom itu, ia mendirikan para Allah bani Seir, yang dibawanya pulang, sebagai allahnya. Ia sujud menyembah kepada allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka.” (2 Tawarikh 25:14)

Ada seorang Kristen yang meninggalkan Tuhan sejak remaja. Ketika ia telah mencapai usia ± 42 tahun, ia menyadari kesalahannya. Ia bertobat dan datang pada Tuhan Yesus dan menjadi orang Kristen yang rajin ke Gereja. Satu bulan setelah pertobatannya itu, ia mengalami tantangan yang cukup berat, yaitu ayahnya telah meninggal dunia. Ia pun berkata: “Mengapa setelah saya kembali pada Tuhan (bertobat), saya mengalami cobaan yang sangat berat?”

Hal serupa juga dialami oleh seorang Amazia raja Yehuda. Ketika hendak berperang melawan bangsa Edom, ia menyewa seratus ribu pahlawan yang gagah perkasa dari Israel dengan bayaran seratus talenta (ay. 6). Namun Tuhan tidak menghendakinya (ay. 7). Melakukan kehendak Tuhan berarti: (1) berperang melawan bangsa Edom tanpa bangsa Israel; (2) seratus talenta perak yang telah diserahkan itu tidak dapat diambil kembali. Amazia memilih melakukan kehendak TUHAN. Ia dan bangsanya sendiri berperang dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Edom.

Tiga ribu penduduk Amazia telah dibunuh orang-orang Efraim. Ada kemungkinan berita ini membuatnya kecewa dengan Tuhan. Mungkin saja ia bertanya: “Tuhan, mengapa semua ini terjadi? Bukankah saya sudah melakukan kehendak-Mu?” Akhirnya Amazia meninggalkan Tuhan dan beribadah kepada Allah bani Seir. Tuhan memakai seorang nabi untuk menegurnya. Namun ia mengancam akan membunuh nabi itu.

Banyak orang yang nekat memilih untuk meninggalkan Tuhan dan menjadi ateis, serta melakukan hal-hal yang jahat. Mungkin kita adalah orang yang setia kepada Tuhan, dan banyak masalah yang silih berganti menimpa hidup kita. Kiranya masalah dan persoalan itu tidak membuat kita kecewa terhadap Tuhan. Apapun masalah yang terjadi, belajarlah untuk: (1) Bersyukur; (2) Tetap mau berkata: Tuhan Yesus Baik; dan (3) Tetap percaya kepada Tuhan Yesus, bahwa di balik dari masalah itu, ada rencana Tuhan Yesus yang indah. Seperti ada pelangi, sehabis hujan dan di balik awan gelap, ada matahari.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s