Krisis Masa Tua

Bacaan hari ini:2 Tawarikh 32:24-33
“Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh …” (2 Tawarikh 32:25)

Ketika D.L. Moody mulai beranjak tua, seseorang meminta izin untuk menuliskan biografinya. Namun, Moody menolak dan berkata, “Hidup seseorang tidak boleh ditulis selagi ia masih hidup. Karena yang terpenting adalah bagaimana ia mengakhiri perjalanannya, bukan bagaimana ia memulainya.”

Dalam teks Alkitab kita melihat bahwa raja Hizkia memulai tahun-tahun pemerintahannya dengan baik, ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, seperti bapa leluhurnya, Daud (2Taw. 29:1-2). Tidak hanya itu, ada banyak peristiwa besar, kesulitan, masalah yang dihadapi Hizkia, dan Tuhan melihat ketulusan hatinya, sehingga di dalam semua kesulitan itu, Tuhan menolong dia, meluputkan dia, bahkan seluruh kerajaan Yehuda pun mendapatkan berkat.

Hanya sayangnya, pada akhir hidupnya (masa tuanya), ia jatuh sakit, dan Tuhan pun tetap memberikan kesembuhan kepada Hizkia, dia malah menjadi angkuh dan sombong, sehingga kerajaannya ditimpa oleh murka Tuhan. Kemudian dia bertobat, dan Tuhan mengampuninya, dan tidak menghukumnya. Malahan oleh karena kasih karunia Tuhan ia memperoleh banyak harta benda serta kemuliaan nama besar, sampai kepada bangsa Babel dari jauh pun datang berkunjung mencari raja Hizkia dan ingin mendengarkan kisah pengalamannya bersama Tuhan. Sesungguhnya itu merupakan saat yang sangat baik untuk bersaksi bagi nama TUHAN semesta alam kepada bangsa asing. Namun Hizkia lupa akan Tuhan Sang Pemberi anugerah, sehingga ia hanya memamerkan semua harta kekaya-annya di depan orang kafir tersebut, yang kemudian mendatangkan celaka bagi keturunannya (2Raj. 20:17-19). Bagaimana dengan kehidupan kita?

Saudara/i, patut kita renungkan, perjalanan rohani adalah peperangan rohani sepanjang hidup kita, tidak ada satu masa dalam hidup yang boleh kita lalui dengan sembarangan (lengah). Ingatlah, semua adalah anugerah Tuhan semata! Bila tidak ada Tuhan, maka segala sesuatu kebaikan kita, maupun harta kita akan sirna. Karena itu, tetaplah setia!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s