Tekad Ezra

Bacaan hari ini: Ezra 7:1-10
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya.” (Ezra 7:10)

Belajar hidup bersandar pada Tuhan dan hidup menurut rencana-Nya ialah perjalanan rohani yang indah. Meskipun kadang menyakitkan dan tidak menyenangkan, namun pada akhirnya kita akan melihat penyertaan dan berkat-Nya. Asalkan kita mau mengutamakan pekerjaan Tuhan, maka Ia akan mempertanggungjawabkan setiap aspek kehidupan kita. Hal ini dapat kita pelajari dari perjalanan hidup rohani Ezra yang mengalami penyertaan-Nya sekalipun hidup dalam pembuangan di Babel.

Ezra mendapat perlindungan dari Tuhan meskipun ia hidup di bawah pemerintahan Artahsasta, raja Persia. Justru Ezra mendapatkan perlakuan baik dari raja, sebab tangan Allah melindunginya. Ezra adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa, menjalankan disiplin rohani seperti yang Tuhan inginkan, walau hidup di negeri asing. Ia tidak mau mengabaikan firman Allah, apalagi berkompromi dengan ketidakbenaran dalam pemerin-tahan Artahsasta. Inilah kunci hidup rohani yang benar; ke manapun kita pergi atau di manapun kita berada, selalu memegang firman Tuhan sebagai prinsip hidup kita, tanpa menggadaikan kebenaran firman Tuhan. Ezra bertekad mengajarkan ketetapan firman Tuhan.

Raja mengizinkan umat Tuhan kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Ezra. Apa rahasianya, sehingga Raja Artahsasta begitu murah hati kepada Ezra? Sebab kehidupan rohani Ezra itu sama, baik di hadapan raja dan masyarakat, sehingga membawa dampak kepada mereka. Ezra bukan hanya bertekad menyelidiki Taurat Tuhan, tapi ia bertekad untuk melakukan dan mengajarkannya. Sudah berapa banyak firman Tuhan yang kita tahu dan kita lakukan? Mari belajar dari Ezra, bukan hanya meneliti firman tapi juga melakukannya.

Ezra diberkati Tuhan dengan limpah untuk membangun rumah Tuhan di Yerusalem. Jika bukan pekerjaan Tuhan, tidak mungkin emas dan perak dapat dikumpulkan sebanyak itu, dan juga raja tidak akan memberi izin dan mendukung segala yang diperlukan. Ini semua terjadi karena Ezra mau dipakai Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s