Beriman dan Berhikmat

Bacaan hari ini: Nehemia 4:9-23
“Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.” (Nehemia 4:9)

Visi membawa Nehemia meninggalkan kehidupan yang mapan dan nyaman di Susan untuk menempuh ribuan kilometer kembali ke Yerusalem. Saudara-saudaranya yang tinggal di sana meresponi rencana pembangunan tembok Yerusalem dengan positif, tetapi tantangan segera muncul. Musuh memprovokasi, mengintimidasi dan melemahkan semangat mereka. Tetapi Nehemia memimpin orang-orang untuk terus membangun, sambil terus berdoa kepada Allah dan mengandalkan pertolongan-Nya (ay. 4-5, 9). Allah memberi hikmat kepada Nehemia untuk mengatur pekerjaan pembangunan dengan strategi yang tepat.

Selain tantangan dari luar, di dalam pun mereka menghadapi berbagai masalah berkaitan dengan keluhan-keluhan dari keluarga dan para istri. Rupanya masalah intern muncul karena sifat egoisme masing-masing; tidak peduli dengan kesusahan sesama saudara sebangsa, bahkan mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mengabaikan ketetapan yang sudah Allah berikan kepada mereka, tentang bagaimana memperlakukan sesama. Sifat kebenaran dan kejujuran membuat Nehemia marah ketika tahu apa yang terjadi, dan Allah memberi dia hikmat bagaimana menegur kesalahan dan menyelesaikan masalah. Di dalam semuanya itu, Nehemia tetap mampu menjaga integritas hatinya, karena dia memang tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri.

Pemimpin seperti Nehemia niscaya akan berhasil, karena ia menger-jakan apa yang menjadi kehendak Allah, dan Allah ada di pihaknya. Tapi, pemimpin yang seperti itu kadang justru akan menghadapi ancaman yang besar. Musuh-musuhnya menjadi semakin sakit hati dan merencanakan untuk mencelakai dia. Nehemia tidak menjadi sombong dan takabur, dia tidak meremehkan musuh, tapi juga tidak terintimidasi; dia menghadapi mereka dengan hikmat. Kedekatannya dengan Allah membuatnya peka terhadap segala usaha menipu, bahkan menjebaknya. Tak ada yang bisa menghalanginya menyelesaikan visinya. Tembok kota Yerusalem selesai dalam waktu 52 hari (Neh. 6:15). Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s