Semua Harus Sesuai Firman Tuhan

Bacaan hari ini: Nehemia 13:1-39
“Kutahirkan mereka dari segala sesuatu yang asing dan kutetapkan tugas-tugas untuk para imam dan orang-orang Lewi …” (Nehemia 13:30)

Dalam menata kembali peribadatan bangsa Israel kepada TUHAN, dan pembacaan Kitab Musa, didapati bahwa orang Amon dan Moab tidak boleh masuk dalam jemaah TUHAN untuk selama-lamanya (ay. 1). Persoalannya adalah, sebelum perintah Tuhan itu diketahui dan diperdengarkan kepada bangsa Israel, Imam Elyasib telah melakukan persekongkolan dengan Tobia, orang Amon (ps. 4:3), dan memberikan ruangan dalam rumah Tuhan yang seharusnya ditempati oleh orang-orang Lewi (ay. 4-5). Maka berdasarkan firman Tuhan itu, Nehemia mengusir Tobia dan barang miliknya, keluar dari ruangan itu, dan memberikan ruangan itu kepada orang-orang Lewi yang melayani TUHAN dengan perkakasnya (ay. 8-9). Demikian pula, seorang keturunan imam besar Elyasib, diusir oleh Nehemia, karena ia menjadi menantu Sanbalat, orang Horoni, yang menghambat pembangunan Bait TUHAN (ps. 4). Dengan berbuat demikian, Nehemia menempatkan segala sesuatu yang berkaitan dengan jabatan imam, para Lewi dan peribadatan bangsa Israel, sesuai dengan firman Tuhan.

Apa yang kita pelajari dari kisah ini? (1) Tanpa mengerti firman Tuhan dengan benar, kita akan mudah terperosok pada pola hidup dan ibadah yang salah. Sejak Kitab Musa dibacakan dan diteliti, barulah Nehemia tahu, bahwa mereka telah banyak melakukan kesalahan, terutama akibat dari sikap para pendahulu mereka yang kompromi kepada musuh. (2) Sebagai pemimpin rohani, kita harus berani merombak yang salah, untuk kembali pada firman Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Nehemia dengan mengusir Tobia dan cucu imam besar yang berkomplot dengan Sanbalat. Ketika seorang pemimpin menegakkan kebenaran firman Tuhan, ia ada di pihak Tuhan. (3) Jangan kita bermain-main dengan pelayanan yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Sejak Nehemia mendengar dan mengerti perintah Tuhan tentang penatalayanan, maka segala sesuatu yang berkaitan dengan penatalayanan rumah TUHAN diatur kembali dan dilakukan sesuai perintah Tuhan. Semua pelayanan dilakukan dalam kekudusan (ay. 39).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s