Allah Turut Bekerja Walau Tidak Tertulis

Bacaan hari ini: Ester 1-2
“Maka Ester dikasihi oleh baginda … dan ia beroleh sayang … lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda … mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” (Ester 2:17)

Kitab Ester adalah salah satu kitab yang unik dalam Alkitab kita, karena tidak ada kata “Allah” atau “Tuhan” di dalamnya. Kisahnya pun pada awalnya nampak begitu luar biasa indah, di mana ada seorang anak yatim piatu bernama Ester, seorang Yahudi yang diangkat anak oleh Mordekhai, yang masih memiliki relasi keluarga dengannya. Mereka adalah orang asing, bahkan dapat dikatakan sebagai orang buangan kalau melihat sejarah pembuangan orang-orang Yahudi ke Babel. Tetapi anak yatim ini kemudian hidupnya berubah ketika terpilih untuk menjadi ratu kerajaan Persia.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kitab Ester ini. Pertama, tidak ada yang kebetulan di dalam kehidupan umat Tuhan. Pemilihan Ester sebagai ratu Persia bukanlah kebetulan semata. Ester 2:21-23 juga mencatat kisah Mordekhai menyelamatkan raja dari siasat pembunuhan para pegawainya, dan tentunya ini juga bukan sebuah kebetulan. Mengapa bisa demikian? Karena jika kita melanjutkan membaca kitab Ester, maka kita memahami ada rentetan peristiwa yang berlanjut, yang dimulai dari peristiwa yang luar biasa ini. Lalu jika bukan suatu kebetulan, apa yang sebenarnya terjadi? Maka yang kedua adalah, ada Tuhan di balik semuanya itu yang sedang bekerja. Kitab Ester menunjukkan bahwa di balik tidak tertulisnya kata “Tuhan” atau “Allah” di dalamnya, bukan berarti Dia sedang diam dan tidak turut bekerja dalam kehidupan umat-Nya. Di balik kejadian-kejadian yang nampaknya kebetulan dan natural (alamiah), bukan berarti Tuhan sedang tidak berkarya. Dia peduli dan berkarya untuk memelihara umat Yahudi. Dia memakai Ester dan Mordekhai untuk menggenapi rencana-Nya yang agung dan besar atas umat-Nya.

Ketika kehidupan kita mengalami kesulitan dan tantangan, dan seakan Tuhan diam, tidak campur tangan di dalamnya, janganlah kita cepat-cepat menghakimi-Nya, bahwa Tuhan jahat dan tidak peduli pada kita. Mungkin saja dalam situasi seperti itu, Dia berkarya dengan luar biasa dan jauh melebihi apa yang bisa kita doakan dan pikirkan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s