Ketika Raja Tidak Bisa Tidur

Bacaan hari ini: Ester 6:1-11
“Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.” (Ester 6:1)

Ketika membicarakan kitab Ester pada renungan dua hari lalu (Ester 1-2), kita telah belajar bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup umat Tuhan. Ester diangkat menjadi ratu untuk dipakai oleh Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari pemusnahan. Mordekhai pun pernah menyelamatkan Raja Ahasyweros dari rencana pembunuhan (Ester 2:21-23), tapi kemudian jasanya ini dilupakan dan tidak ada penghormatan atau hadiah yang diberikan padanya. Namun pada suatu malam, lama setelah kejadian itu berlalu, raja tidak bisa tidur dan meminta untuk dibacakan kitab catatan sejarah. Tersebutlah nama Mordekhai sebagai seorang yang telah menyelamatkan raja. Maka raja kemudian berkehendak untuk memberikan penghormatan yang pantas bagi orang yang telah menyelamatkan dirinya dari kematian. Ironisnya, justru Haman yang ingin merendahkan Mordekhai dengan membunuhnya, adalah orang yang diminta raja untuk meninggikan Mordekhai.

Beberapa ahli Alkitab percaya bahwa peristiwa ini adalah titik balik dari kitab Ester, di mana rencana untuk menghancurkan umat Yahudi justru berbalik kepada para musuhnya, seperti ditunjukkan melalui Haman yang meninggikan Mordekhai.

Tuhan yang memegang sejarah dan berdaulat, ada di balik semua ini. Tidak ada yang kebetulan, dan kitab Ester pasal 6 telah menunjukkannya. Sesuatu yang dianggap kelalaian manusia, yaitu raja yang tidak memberi hadiah kepada Mordekhai pada waktu dia diselamatkan, ternyata bukanlah kelalaian di mata Tuhan. Waktu dan saat Tuhan adalah tepat dan ada di luar pemikiran manusia. Kita mengingat peristiwa yang sama yang menimpa Yusuf ketika dia dipenjara dan menafsirkan mimpi juru minum Raja Firaun. Ketika juru minum keluar penjara, dicatat bahwa juru minum itu melupakan Yusuf. Tetapi 2 tahun kemudian, ketika Firaun bermimpi dan tidak ada yang dapat menafsirkannya, barulah kemudian Yusuf diingat oleh juru minum raja (Kej. 40:20-41:9). Kelalaian juru minum raja bukanlah kelalaian Tuhan, karena Tuhan mempunyai waktu dan saat yang tepat bagi anak-anak-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s