Ayub: Pribadi yang Disukai Allah

Bacaan hari ini: Ayub 1:1, 8
“Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:1)

Ada peribahasa mengatakan “tidak kenal maka tidak sayang.” Namun pada kenyataannya adalah, semakin kita mengenal seseorang, kita cenderung mendapati bahwa orang tersebut lebih baik tidak kita kenal (sangat menyebalkan, tidak sesuai dengan perkiraan kita).

Penulisan kitab Ayub dimaksudkan untuk menyajikan kepada para pembacanya supaya memiliki ketekunan untuk mengikut Allah yang setia dan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Karena itu, penulis kitab Ayub menyajikan sebuah pola kehidupan yang sangat disukai oleh Allah (Ayb. 1:1, 8) yaitu: (1) saleh dan jujur. Kesalehan dan kejujuran tidak dapat dipisahkan, keduanya merupakan perilaku yang sangat disukai oleh Allah. Seorang yang saleh, pastilah dibangun dari sebuah kejujuran, demikian juga sebaliknya. Kesalehan itu terlihat pada saat Ayub menghadapi segala pencobaan dan penderitaannya, tetapi dirinya tidak mau mengutuki Allah yang telah memberi dan mengambil segala sesuatu, yang pernah dia miliki. (2) Takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Pola ini juga merupakan sebuah sikap hidup yang tidak dipisahkan satu dengan yang lainnya. Takut akan Tuhan merupakan sikap hormat kita kepada Tuhan Allah sebagai Tuan atas hidup kita. Sedangkan sikap menjauhi kejahatan adalah sebuah kerinduan yang selalu akan muncul dalam hidup kita, saat kita memiliki hati yang takut akan Tuhan. Menjauhi kejahatan itu berarti menyenangkan hati Tuhan. Karena itu, Ayub selalu memanggil anak-anaknya setelah semua pesta yang dilakukan anak-anaknya dan menguduskan mereka dengan korban bakaran, sebab mungkin anak-anaknya telah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah dalam hati mereka.

Hari ini, pergumulan berat apakah yang sedang kita hadapi? Marilah kita menghadapinya seperti Ayub menghadapi segala penderitaannya. Kiranya kita menghadapi pergumulan kita dengan “dua keping koin logam” yaitu sikap saleh dan jujur, serta takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Tuhan pasti menyatakan kehendak-Nya kepada setiap kita yang mengasihi diri Nya. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s