Salah Sangka

Bacaan hari ini: Ayub 6:1-30
“Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?” (Ayub 6:30)

Pada umumnya, ketika seseorang mengalami sebuah kejadian yang drastis, akan membawa pertanyaan. Misalnya, seorang kaya yang mendadak bangkrut dalam waktu singkat, atau seorang yang sehat mendadak menderita penyakit serius. Kejadian ini sering membuat orang menebak apa yang terjadi dalam kehidupannya.

Ayub adalah salah satu contoh dari orang di atas. Ayub, serang yang kaya raya mendadak menjadi miskin, anak-anaknya semuanya mati, dan mendapatkan penyakit pada dirinya. Semuanya terjadi dalam waktu yang singkat. Kejadian ini menyebabkan sahabat-sahabatnya bertanya-tanya, apa yang mungkin terjadi dalam kehidupan Ayub. Aneh rasanya dalam waktu yang singkat, kehidupan berbalik begitu rupa menjadi buruk, apalagi Ayub adalah orang mengasihi Tuhan.

Salah satu sahabat Ayub, Elifas, menegur Ayub (psl. 4-5), berpendapat bahwa kejadian yang Ayub alami disebabkan oleh dosa-dosa yang dirinya lakukan. Tidak mungkin orang yang baik mendapat kecelakaan seperti itu. Oleh sebab itu, Elifas (4:7) menuduh Ayub, pasti melakukan kejahatan yang tidak diketahui sahabat-sahabatnya. Elifas berpikir bahwa orang baik pasti selalu dilindungi Tuhan, diberkati Tuhan; sebaliknya, orang yang malang hidupnya, ialah orang yang tidak taat kepada Tuhan. Kesalahan pemikiran ini juga pernah dimiliki oleh murid-murid Tuhan Yesus ketika melihat seorang yang buta sejak lahir (Yoh. 9:2); mereka berpikir bahwa orang yang malang, adalah akibat dosa mereka atau dosa nenek moyang mereka.

Namun sebenarnya tidaklah demikian. Ayub membela dirinya dengan mengatakan bahwa dirinya tidak melalaikan hukum Tuhan dan tidak mela-kukan kejahatan (ay. 14, 24, 30). Ayub tidak tahu alasanTuhan mengizinkan hal ini terjadi, namun yang pasti kejadian ini bukan karena kesalahan yang dia perbuat. Seringkali kita pun sering salah menyangka bahwa orang yang malang adalah akibat dari dosa mereka. Tidaklah selalu demikian! Alkitab mengatakan bahwa hal yang malang diizinkan terjadi untuk menunjukkan pekerjaan Allah di dalam diri orang tersebut.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s