Mengapa Tuhan?

Bacaan hari ini: Ayub 10:1-17
“Aku telah bosan hidup, aku hendak melampiaskan keluhanku, aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.” (Ayub 10:1)

Mengapa hal-hal buruk terjadi pada orang-orang baik? Bukankah seharusnya orang-orang yang jahat mendapatkan ganjarannya, sementara orang-orang yang mencintai Tuhan mendapat kasih dan kemurahan Tuhan yang melimpah di dalam kehidupannya.

Inilah pertanyaan yang sama, yang diajukan Ayub kepada Tuhan. Ia membela dirinya yang tidak bersalah di hadapan Tuhan (ay. 7). Tuhan mengetahui hal ini, dan memang Ayub tidak bersalah. Dalam kebingung-annya, Ayub menyerahkan segala “uneg-unegnya” kepada Tuhan. Ia tidak mengkomplain Tuhan, melainkan bertanya dan berserah kepada-Nya. Ia meminta Tuhan menjelaskan mengapa Tuhan melakukan ini kepadanya.

Yang menarik dari perikop ini adalah, di tengah-tengah persoalan yang Ayub alami yang tidak kunjung selesai, ia tidak mendapatkan jawaban dari Tuhan mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi. Kendati demikian, Ayub menyadari bahwa itu sepenuhnya adalah hak Tuhan semata. Dalam ayat 8-11, Ayub tahu hidupnya dan segala yang ada padanya, sepenuhnya adalah milik Tuhan dan terserah Tuhan, hendak berbuat apa kepadanya. Bahkan, kasih setia dan hidup ini, adalah milik Tuhan (ay. 12). Ia mengakui bahwa segala sesuatu ada di dalam tangan Tuhan yang berdaulat. Segala sesuatu terjadi karena Tuhan. Kedaulatan Tuhan menjadi salah satu tema dalam perikop ini. Jadi kesimpulannya, Ayub tidak keberatan dia mengalami semua penderitaannya, karena ini adalah kedaulatan Allah. Hanya, Ayub bertanya jika Tuhan mengizinkan dia untuk mengetahui mengapa segala sesuatu terjadi demikian.

Pengalaman yang Ayub dapatkan, mungkin saja sedang kita alami. Seringkali hal-hal buruk terjadi pada orang-orang baik, tanpa kita tahu alasannya. Namun yang pasti, semuanya terjadi atas kedaulatan Tuhan. Jika Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, maka Ia pasti merancangkan yang terbaik untuk anak-Nya. Kita boleh bertanya mengapa Tuhan, asal kita tidak meninggalkan Dia, dan mengakui kedaulatan-Nya sebagai Allah, dan kita adalah ciptaan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s