Tipu Daya Iblis Lewat para Sahabat

Bacaan hari ini: Ayub 20-21
“Alangkah hampanya penghiburanmu bagiku! Semua jawabanmu hanyalah tipu daya belaka!” (Ayub 21:34)

Ketiga sahabat Ayub benar-benar “penghibur yang menyedihkan”. Mereka hanya menambah rasa sakit saja. Mereka menganggap penderitaan yang sedang Ayub alami, sesungguhnya merupakan akibat dari segala perbuatan jahat yang telah Ayub lakukan. Bildad dan Zofar mencoba menggunakan logika untuk membungkam Ayub (Ayb. 18-20). Mereka memiliki pemikiran bahwa Tuhan memberkati orang-orang benar, tetapi membuat orang-orang jahat menderita. Saat mereka melihat Ayub menderita, menurut mereka Ayub telah berbuat jahat. Elifas menganjurkan supaya Ayub bertobat dari dosanya yang besar (Ayb. 22).

Namun Ayub mempertanyakan, bahkan membantah dasar pemikiran mereka tersebut. Ia sering melihat orang-orang jahat menikmati berkat besar: hidupnya lama, keturunannya banyak, hidupnya damai sejahtera, kaya raya, sukses, dan hari-hari mereka dipenuhi dengan sukacita. Ya, orang-orang jahat mati, tetapi bahkan kematian mereka sering cepat dan mudah (Ayb. 21; Mzm. 73:1-14). Teman-teman Ayub hanya melihat hal-hal lahiriah dan mengabaikan hal-hal yang batiniah/hati (bdk. Yoh. 7:24). Bagi mereka, ujian karakter yang saleh adalah kesuksesan, bukan pengenalan dan ketaatan seseorang kepada Tuhan. Itulah sebabnya mereka selalu bertanya, “Apa yang kita peroleh jika kita taat kepada Tuhan?” (Ayb. 21:14-15). Pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan orang fasik, dan itu merupakan suatu bentuk pendekatan yang pernah Iblis lakukan kepada Tuhan untuk menjatuhkan Ayub (Ayb. 1:6-11). Pendekatan demikian juga diterapkan oleh ketiga sahabat Ayub terhadap dirinya!

Iblis dan para sahabat Ayub sepakat menyatakan bahwa Ayub adalah seorang pendosa, dan Ayub hanya patuh kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkatinya. Namun demikian, pendekatan dan tuduhan mereka tidaklah benar! Kenyataannya, Ayub masih percaya kepada Tuhan setelah kehilangan anak-anaknya dan kekayaannya. Ini membuktikan bahwa sesungguhnya iman Ayub kepada Tuhan bukanlah iman yang “komersial”. Bagaimanakah dengan Anda?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s