Keprihatinan Seorang Sahabat

Bacaan hari ini: Ayub 22:1-30
“…Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara…” (Amsal 18:24)

Ayub 22:1-30 ini menceritakan kisah keprihatinan dan teguran Elifas terhadap Ayub, sahabatnya, yang dinilainya sudah melakukan dosa terhadap TUHAN. Pada umumnya, konsep pada zaman itu, bila seorang kena musibah, penyakit dan penderitaan berat, itu disebabkan karena dosa yang telah dilakukannya terhadap Allah, baik secara terbuka atau tersembunyi. Elifas memiliki konsep yang demikian. Ayub menderita oleh karena dosa-dosa yang dilakukannya terhadap TUHAN. Begitulah pemikiran Elifas (bdk. ay. 5). Dosa apakah itu? Dalam pemikiran Elifas, Ayub telah melakukan dosa-dosa yang bersifat sosial (bdk. ay. 6-9), dan Elifas juga berfikir bahwa Ayub melakukan hal demikian dengan tidak memperhitungkan kemahahadiran TUHAN (bdk. ay. 13-14), yang melakukan yang baik, meskipun manusia, termasuk Ayub, melakukan yang jahat (bdk. ay. 17-19). Itu sebabnya Elifas menganjurkan supaya Ayub bertobat kepada TUHAN dan menerima segala apa yang Dia ajarkan (bdk. ay. 21-23). Pertanyaannya, apakah Ayub melakukan semua dosa yang dituduhkan kepadanya oleh sahabatnya, Elifas? Di dalam Ayub 23,—yang merupakan pembelaan Ayub terhadap Elifas, Ayub menyatakan bahwa ia tidak melakukan yang jahat dan tidak menyimpang dari jalan TUHAN.

Kisah ini memberikan pelajaran rohani yang baik bagi kekristenan masa kini. Banyak orang Kristen tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagi teman-temannya. Ketika menyatakan keprihatinan dan nasihat kepada teman yang sedang menderita oleh karena berbagai pergumulan, ternyata kita sering menuduh mereka, seperti yang dilakukan Elifas terhadap Ayub. Seharusnya kita memahami dengan bijak pergumulan dan penderitaan yang dialami sahabat kita, sehingga ketika kita menyatakan keprihatinan dan nasihat, kita benar-benar dapat membantu dan menolong sahabat kita; bukan sebaliknya, memperuncing keadaan sampai terjadi pertengkaran. Jadilah bijak dalam menyatakan keprihatinan dan nasihat kita kepada para sahabat kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s