Tidak Ada yang Benar di Hadapan Allah

Bacaan hari ini: Ayub 25:1-6
“Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih?” (Ayub 25:4)

Ayub 25:1-6 bukanlah argumentasi untuk menjawab pembelaan Ayub di dalam pasal sebelumnya (Ayb. 23-24). Pasal 25:1-6 lebih merupakan pengulangan dari pasal-pasal sebelumnya (Ayb. 4:17-21; 15:14-16). Bildad, sahabat Ayub, hanya menegaskan kondisi manusia secara umum, bahwa tidak ada manusia yang benar di hadapan TUHAN. Tidak ada manusia yang baik di pandangan TUHAN. Bahkan, seluruh ciptaan tidak lebih terang/cerah di hadapan TUHAN. Konsep Bildad ini menekankan tentang hal esensi dari penciptaan dan kejatuhan manusia. Pertama, TUHAN itu adalah TUHAN yang kudus dan suci. Kedua, manusia yang hidup di dalam dunia pasca-kejatuhan adalah manusia yang penuh dosa, tidak benar dan tidak ada yang baik. Segala kebaikan yang dilakukan manusia, sudah tercemar dosa. Dalam pandangan manusia, kebaikan itu bisa menjadi kebaikan moral semata-mata, yang hanya dapat dinilai dalam konteks manusia, dan bukan di hadapan TUHAN yang mahasuci dan mahakudus. Karena di hadapan TUHAN, tidak ada seorangpun yang benar, tidak ada manusia yang dilahirkan bersih dari dosa.

Pandangan Bildad (dan Elifas, orang Teman) ini menegaskan bahwa “konsep tidak ada manusia yang benar di hadapan Allah” itu telah dipahami oleh masyarakat Timur Dekat Kuno secara umum. Yang menarik dari hal ini, mengapa ada orang seperti Bildad dan Elifas (yang notabene hanya orang saleh mungkin?) memiliki konsep seperti ini? Tidak ada jawaban yang jelas mengenai hal ini. Jawaban yang paling mungkin adalah bahwa TUHAN menitipkan itu di dalam hati dan pikiran orang-orang tersebut untuk menyatakan bahwa manusia membutuhkan pertolongan dan anugerah TUHAN untuk selamat dan menjalani hidup.

Manusia telah berdosa dan tidak seorangpun yang benar dihadapan TUHAN. Namun bersyukurlah, sebab di dalam Yesus Kristus yang sudah menebus kita, kita dibenarkan di hadapan Allah melalui kematian-Nya di atas kayu salib (bdk. Rm. 5:9; 2Kor. 5:21). Karena itu tetaplah percaya dan taat kepada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s