Hikmat Allah

Bacaan hari ini: Ayub 28:28
“…Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi…” (Ayub 28:28)

Ada 2 jenis hikmat, pertama adalah hikmat manusia. Kedua adalah hikmat Allah. Hikmat manusia berasal dari manusia yang memi-kirkan dan merumuskan pengetahuan-pengetahuan di sekitarnya. Tujuan mengumpulkan dan memperoleh pengetahuan-pengetahuan itu adalah untuk membangun harkat dan martabatnya. Seringkali hikmat dunia diasosiasikan/dipersamakan dengan kepintaran. Namun berbeda dengan hikmat Allah. Hikmat ini asalnya dari Allah, dan bukan dari hasil rumusan pengetahuan-pengetahuan yang ada (meski dibutuhkan pengetahuan tentang Allah yang menjadi bagian dari pemahaman akan Allah). Hikmat diperoleh dengan iman; orientasinya adalah kebenaran dan moralistas. Tujuannya, agar manusia dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Ayub dengan jelas menyatakan “Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” Ayub mengungkapkan tentang hikmat Allah yang berasal dari Allah. Hikmat itu bukanlah memiliki pengetahuan-pengetahuan yang luas, dan memiliki pemahaman etika sebagaimana teman-teman Ayub paparkan melalui berbagai argumentasi yang menuduhnya. Namun bagi Ayub, orang yang memiliki hikmat adalah orang yang takut akan Allah, dan yang memiliki akal budi adalah orang yang menjauhi kejahatan. Istilah takut akan TUHAN diartikan sebagai orang yang mau tunduk dan taat pada kehendak TUHAN. Berakal budi,–bukan semata-mata hanya “mengetahui apa yang benar dan apa yang salah (pengetahuan saja),” tetapi bertindak benar/tidak melakukan hal yang jahat. Itulah pemahaman Ayub tentang hikmat dan akal budi.

Belajar dari bagian ini, seharusnya kita menjadi orang Kristen yang memiliki hikmat dan akal budi. Hikmat dan akal budi itu bukan tentang seberapa banyak kita menguasai dan menghafal ayat-ayat Firman TUHAN, atau menguasai ajaran-ajaran penting (dogma) yang diwariskan gereja kepada kita, jemaatnya. Namun hikmat dan akal budi adalah kita sungguh-sungguh mengikuti kehendak TUHAN sebagaimana yang dinyatakan lewat Firman-Nya dan kita taat melakukannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s