Mengenal Allah dan Diri Sendiri

Bacaan hari ini: Ayub 39:1-38
Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat ku berikan kepada-Mu?” (Ayub 39:36-37).

Apakah Anda pernah bertanya kepada orang lain mengenai suatu kejadian? Mengapa Anda bertanya? Bisa saja karena tidak tahu dan ingin tahu. Bisa juga karena ingin menguji, dan lain sebagainya. Ada juga yang sudah tahu, tapi bertanya. Begitu juga dalam kisah Ayub; Tuhan bertanya kepadanya: Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah jika engkau mempunyai pengertian! Mengapa TUHAN bertanya? Apakah karena Dia tidak tahu? Tentu tidak. Dia adalah TUHAN yang Mahatahu. Jika demikian, mengapa Dia bertanya? Sebetulnya ialah untuk menolong Ayub mengenal Dia (secara pribadi). Ayub telah mengenal TUHAN, namun itu pun baru dari kata orang (Ayb. 42:5). Pengenalan seperti ini membuat Ayub berani berperkara dengan TUHAN. Ayub berani berkata: “Lihatlah, Ia (TUHAN) hendak membunuh aku” (Ayb. 13:15). Ayub juga mengutuki hari kelahirannya. (Ayb. 3:1-26). Dalam pasal 39: 36-38, kita dapat melihat, (1) akhirnya Ayub menyadari bahwa dirinya terlalu hina di hadapan Allah; (2) Ayub menutup mulutnya, dia tidak dapat berkata-kata; (3) Ayub berjanji tidak akan mengulangi perkataannya.

Tidak cukup mengenal Tuhan dari kata orang. Kita harus mengalami TUHAN secara Pribadi. Pengenalan semacam ini sangat penting, sebab hal ini akan berdampak pada perkataan dan perilaku kita setiap hari. Apalagi ketika kita berada dalam berbagai-bagai permasalahan. Marilah kita membangun fondasi pengenalan akan Tuhan Yesus dengan baik, dengan cara membangun kehidupan rohani yang teratur dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan, yang tertulis dalam Alkitab, agar melalui perkataan dan perbuatan kita tersebut, Tuhan Yesus dimuliakan; bukan sebaliknya.

Seorang Bapak Gereja bernama Agustinus pernah berkata: “Dalam hidupku, aku hanya ingin mengenal dua hal, yaitu: Mengenal Allah dan mengenal diriku.” Artinya, jika kita mengenal Allah, maka kita akan mengenal diri kita; dan jika kita mengetahui siapa diri kita, maka kita akan tahu betapa agung dan mulianya TUHAN itu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s