Indah pada Waktunya

Bacaan hari ini: Ayub 42:1-17
“TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu.” (Ayub 42:12a)

Ada banyak kisah inspiratif yang mungkin telah terngiang-ngiang di telinga Anda. Salah satunya adalah kisah inspiratif tentang seorang inspirator dunia, bernama Nick Vujicic. Nick adalah seorang yang terlahir tanpa memiliki tangan dan kaki. Namun, apakah semua itu adalah akhir? No! Akhirnya Nick menikmati suatu kehidupan yang indah. Ia bisa melakukan aktifitas seperti manusia pada umumya; bahkan ia bisa mempunyai isteri yang cantik. Lebih dari itu adalah, dia menjadi berkat bagi banyak orang. It’s Amazing. Nah, begitu juga dengan kisah Ayub. Ayub adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Namun dalam masa hidupnya ia terkena penyakit kulit, dan semua yang ia miliki telah tiada (kecuali isterinya).

Penyakit kulit yang diderita Ayub barulah awal dari suatu perjalanan iman Ayub. Apakah yang terjadi ketika TUHAN memulihkan keadaan Ayub? Kita melihat bahwa: (1) Ayub dapat mengenal Tuhan secara pribadi. Ayub mengalami suatu pertumbuhan iman yang sangat baik (Ayb. 42:5). (2) Penyakit Ayub disembuhkan. (3) Ayub memiliki banyak harta kekayaan. Ayub mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina (ay. 12). (4) Ayub mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan, yang kecantikannya tidak tertandingi di negerinya (ay. 13-15); dan yang terakhir, (5) Tuhan menambahkan umur Ayub menjadi seratus empat puluh tahun (ay. 16).

Segala persoalan yang kita alami bukanlah akhir dari hidup. Semuanya itu baru awal. Ibarat sebuah film yang ada 10 episode; mungkin saat dalam masalah, baru episode lima, tapi bukan episode terakhir. Biasanya ending dari sebuah film sangatlah indah. Di balik awan tebal (gelap) ada matahari; sehabis hujan ada pelangi yang sangat indah. Demikian juga, di balik tiap persoalan yang kita hadapi, ada sesuatu yang indah yang Tuhan Yesus rancangkan bagi kita. Bersyukurlah dan bersabarlah serta berdoa menanti waktu yang indah itu (Pkh. 3:11a).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s