Bersyukur Atas Kasih Setia Allah

Bacaan hari ini: Mazmur 30:5-6
“Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya …” (Mazmur 30:5)

Dewasa ini banyak orang datang ke gereja untuk menikmati suatu kemasan ibadah yang menyenangkan, menghibur, dan memberi semacam rasa kepuasan. Apakah ibadah mendatangkan berkat nyata bagi kerohaniannya, itu tidak penting. Yang lebih penting adalah bahwa dia merasa terhibur.

Salah satu alasan terjadinya kondisi ini adalah budaya konsumerisme zaman ini, yang secara tidak disadari merembes ke dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk ibadah. Kita hidup di suatu zaman, di mana kepuasan pembeli begitu diutamakan. Pembeli adalah raja. Asal uangnya keluar, maka kita akan puaskan dia. Maka jika orang merasa tidak puas, dia berhak protes, berhak mengkritik. Ketika orang Kristen yang iman kerohaniannya tidak bertumbuh dengan sehat, lalu terpengaruh oleh spirit zaman seperti ini, maka dia juga akan datang ke gereja dengan sikap yang sama.

Mazmur 30 ditulis oleh Daud dalam konteks penahbisan Bait Suci, yang baru akan dibangun kemudian oleh Salomo, anaknya. Jauh sebelum Bait Allah dibangun, Daud telah menuliskan sebuah syair rohani yang isinya semata-mata pujian syukur kepada Tuhan karena segala kebaikan-Nya yang telah dinyatakan kepada dia, kepada keluarganya, dan kepada umat. Tuhan lah yang menjadi fokus dari syairnya, bukan dirinya. Kebaikan dan kasih setia Tuhan menjadi sasaran pujian Daud. Allah murka ketika diperhadapkan dengan dosa. Natur kesucian-Nya menyebabkan Allah bereaksi murka terhadap dosa, tetapi Dia tetap memberikan kemurahan-Nya, bukan hanya sesaat, bukan hanya sesekali, tapi seumur hidup.

Tujuan penulisan mazmur ini jelas, yaitu supaya orang Israel ingat bahwa setiap kali datang ke rumah Tuhan, hanya karena kemurahan dan kebaikan-Nya belaka, mereka dilayakkan. Bukan Allah yang membutuhkan mereka, tetapi merekalah yang membutuhkan Allah dan kemurahan-Nya yang tiada terukur. Hanya hati yang penuh syukur itulah yang sepantasnya mengiringi langkah mereka masuk ke dalam Bait-Nya. Begitu juga dengan kita, setiap kali kita datang untuk beribadah kepada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s