Kebahagiaan yang Semu dan Sejati

Bacaan hari ini: Mazmur 37:1-40
“Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.” (Mazmur 37:11)

Kebahagiaan dicari semua orang di dalam dunia ini, namun sayang karena banyak orang tidak menyadari bahwa apa yang dikejarnya adalah kebahagiaan semu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam kehidupan orang fasik. Kebahagiaan semu tidak bersifat kekal dan didapat di luar Tuhan. Firman Tuhan menyatakan bahwa hidup orang fasik tidaklah lama, segera lisut dan layu, lenyap dalam sekejap dan tidak berdampak apa-apa. Celakanya, kita orang yang percaya Tuhan jatuh dalam dosa iri hati kepada orang fasik, karena melihat kebahagiaan dan keberhasilan hidup mereka. Bahkan kita tergoda untuk mengikuti cara hidup orang fasik yang mengejar kebahagiaan yang sifatnya semu tersebut.

Sebaliknya firman Tuhan mengingatkan tentang bahagia yang sejati, yang hanya ditemukan dalam Tuhan dan pimpinan-Nya dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, firman Tuhan mengingatkan orang percaya agar menaruh hidupnya dalam Tuhan. Ayat 3 mengatakan: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik.” Dan ayat 5 mengingatkan agar kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya. Ayat 23 juga menunjukkan bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Tuhan juga menopang mereka sehingga tidak sampai jatuh tergeletak. Bahkan, Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang fasik yang ingin mencelakai kehidupan mereka (ay. 40). Orang benar akan dipelihara Tuhan dan mewarisi negeri (ay. 28-29). Bahagia sejati hanyalah bersumber dari Tuhan yang memegang, memimpin, dan melindungi kehidupan kita yang percaya kepada-Nya.

Maka dari itu, mari kita tidak jatuh dalam kesalahan dengan mengejar kebahagiaan seperti yang ditunjukkan oleh orang dunia. Orang-orang fasik mengejar kebahagiaan semu itu dengan berbagai cara dan kejahatan, tanpa menyadari bahwa itu bersifat semu. Tetapi kebahagiaan sejati hanya didapatkan dan dialami di dalam Tuhan. Hendaknya kita hidup di dalam pimpinan Tuhan sesuai firman-Nya, dan biarlah kita melihat dan mengalami bahagia sejati itu.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s