Ibadah yang Berkenan di Hati Allah

Bacaan hari ini: Mazmur 50
“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku…” (Mazmur 50:23)

Ibadah adalah perintah Allah kepada umat-Nya. Dalam ibadah, Allah ingin umat-Nya berjumpa, melayani dan mengagungkan Dia. Dalam ibadah, kita harus menciptakan suasana hati yang tenang dan sungguh-sungguh tertuju hanya kepada-Nya. Dengan menyadari pentingnya ibadah, pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa ibadah bukan hanya perkara kehadiran fisik dalam sebuah ibadah, seperti bangsa Israel yang ditegur Tuhan dalam Yesaya 29:13, “Dan Tuhan berfirman: Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan.” Ibadah seperti demikian tidak dikehendaki Allah. Ibadah adalah mengenai sikap hati kita kepada Allah, yaitu hati yang tulus dan ikhlas (Ibr. 10:22).

Dalam mazmurnya, Pemazmur melihat Allah sebagai hakim dalam kehidupan umat-Nya. Allah dalam kemahakuasaan-Nya melihat manakah ibadah yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yang hanya bersifat menipu-Nya. Allah tidak bisa ditipu dan tidak akan pernah tertipu, karena Dialah yang empunya segalanya (ay. 7-13). Allah tidak suka jika umat-Nya datang beribadah kepada-Nya dengan membawa segala korban sembelihan dan korban bakaran, tapi di balik itu semua mereka melakukan kejahatan, hidup semau mereka sendiri, dan menolak teguran firman Tuhan. Allah menolak ibadah yang demikian. Ibadah yang Allah kehendaki bukanlah hanya dilakukan sebagai rutinitas belaka, tetapi ibadah berbicara mengenai perubahan hidup sehari-hari yang seturut dengan perintah Allah. Karena itu, Allah akan mendakwa umat-Nya yang datang beribadah dan mempersembahkan korban dengan tidak tulus.

Maka, marilah kita datang dan membawa hati kita yang tulus kepada-Nya, hati yang dipenuhi dengan syukur dan ketaatan kepada Dia (ay. 14). Dengan demikian, Allah akan mendengar setiap seru doa kita. Dia akan melepaskan kita dari segala kesesakan, dan keselamatan daripada-Nya akan diberikan kepada kita (ay. 15, 23).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s