Menantikan Pertolongan Allah

Bacaan hari ini: Mazmur 69:2-4
“Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku.” (Mazmur 69:4)

Dalam kehidupan yang penuh pergumulan dan persoalan yang berat, pernahkah kita memiliki pengalaman sulit, lalu pertolongan Allah yang kita harapkan tidak kunjung datang? Inilah perasaan yang juga Daud alami ketika menghadapi pergumulan dan persoalan hidup yang berat; ia sangat mengharapkan pertolongan Allah, namun pertolongan itu tidak kunjung datang.

Daud mengekspresikan kebutuhan akan pertolongan Allah itu menjadi bagian yang sangat penting. Kondisi Daud yang genting digambarkan melalui beberapa pernyataan: “Air yang sudah mencapai lehernya, sebab ia terperosok ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat untuk bertumpu dan gelombang menyeretnya” (bdk. ay. 2-3). Dengan kondisi demikian, perlahan tapi pasti, Daud akan mengalami kematian, jika Allah tidak segera datang menolongnya. Mazmur ini merupakan gambaran metafora tentang pergumulan berat Daud yang sedang mengharapkan pertolongan Allah. Daud juga melukiskan bagaimana segenap usaha dilakukannya untuk menanti dan melihat pertolongan Allah itu. Dalam ayat 4, Daud melukiskan kondisinya, bahwa badannya lesu, kerongkongannya kering dan matanya nyeri, karena usaha yang dilakukannya terus-menerus untuk meminta pertolongan kepada Allah. Di dalam kondisi yang demikian, Daud terlihat begitu kecewa, karena seakan-akan Allah tidak menjawabnya. Kondisi ini menggambarkan kelelahan fisik yang berat.

Kondisi yang sama mungkin terjadi di dalam kehidupan kita, di mana kadang pengalaman yang dialami Daud itu bisa juga dialami oleh orang Kristen masa kini. Kebutuhan untuk mendapatkan pertolongan yang tidak kunjung tiba, ketika menghadapi masa-masa yang sulit, menyebabkan kita putus asa dan mengalami kekecewaan berat. Itu sangat manusiawi sekali. Namun satu kebenaran yang harus kita yakini, bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Allah menghendaki kita tetap bersandar dan bergantung penuh kepada-Nya. Marilah kita belajar menyerahkan segala pergumulan dan persoalan berat kita kepada Allah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s