Kerinduan Berjumpa dengan Allah

Bacaan hari ini: Mazmur 84
“Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam! Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN…” (Mazmur 84:2-3)

Pernahkah Anda merasa “rindu”? Rindu kepada kekasih, pasangan, orang tua, anak, atau sanak keluarga yang meninggal mendahului kita. Rasa rindu bisa terwujud dalam perasaan ingin berjumpa, ingin berdekatan dan ingin menikmati kembali waktu-waktu indah yang pernah dialami sebelumnya. Allah memberinya agar manusia dapat merindukan sesama mereka, namun terutama, agar manusia dapat merindukan Allah.

Mazmur 84 menggambarkan perasaan rindu pemazmur kepada Allah. Perasaan rindu itu sangat besar. Ia merindukan waktu-waktu bersama dengan Tuhan (ay. 2), berada di pelataran Tuhan (ay. 3, 11), berdiam di rumah Tuhan (ay. 5) dan datang ke mezbah-Nya (ay. 4). Baginya, berada dekat dengan Allah adalah sumber sukacita dan hasrat terbesarnya. Karena itu, ia rela berjalan jauh, melewati lembah baka dan terguyur oleh hujan, agar ia boleh berada di rumah Tuhan. Kerinduannya kepada Allah membuat lembah baka seperti tempat yang bermata air, dan hujan deras seperti berkat yang indah. Ia rindu datang ke rumah Allah. Ia rindu kepada Allah. Allah adalah sumber sukacitanya, sumber pengharapannya dan sumber pertolongan yang sejati dalam hidupnya.

Marilah kita merenungkan perasaan rindu yang kita rasakan. Berapa banyak perasaan rindu itu kita tujukan kepada Allah? Berapa sering kita rindu berada dekat dengan Allah, dan berdiam dalam rumah-Nya? Apakah setiap hari minggu kita berangkat ke gereja dengan hasrat dan kerinduan seperti pemazmur? Kebanyakan dari kita datang ke gereja hanya sebagai rutinitas dan ritual kita sebagai orang Kristen. Kerap kali kita melakukannya bukan karena kita rindu kepada Allah. Hal ini terlihat ketika kita tidak mempersiapkan diri dengan baik; kita tidur terlalu malam, bangun tergesa-gesa, tidak sempat mengambil waktu doa pribadi mempersiapkan hati, dan datang terlambat ke gereja. Pemazmur mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita datang ke rumah Tuhan. Kita datang ke rumah Tuhan karena kita rindu kepada Allah, Sang Sumber sukacita, pengharapan dan pertolongan kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s