Kesetiaan Tuhan Tetap Selama-lamanya

Bacaan hari ini: Mazmur 89-90
“Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya …” (Mazmur 89:2)

Mazmur ini menyatakan nyanyian pengajaran Etan, orang Ezrahi dan doa Musa. Di dalam mazmur tersebut dinyatakan kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan, sampai selama-lamanya. Hal ini dibuktikan setidaknya dengan dua hal:

Pertama, Allah tidak membatalkan janji kepada orang Israel, walaupun mereka telah mengingkari dan membatalkan perjanjian dengan Allah.

Allah berperan sebagai inisiator dalam perjanjian dengan umat pilihan-Nya. Kendati bangsa Israel meninggalkan Taurat Tuhan, melanggar ketetapan dan perintah-Nya, namun kasih setia Tuhan tidak pernah hilang dari kehidupan mereka. Tuhan memelihara Israel untuk selama-lamanya. Janji Tuhan kepada bangsa Israel ditepati apapun kondisinya dan Tuhan tetap setia kepada mereka.

Kedua, Allah memberikan tempat perteduhan bagi umat-Nya. Hidup manusia sangat singkat (ps. 90:10), kebanggaannya ialah kesukaran dan penderitaan. Namun syukur kepada Allah, di dalam hidup manusia yang singkat yang penuh dengan kesukaran tersebut, ada Allah yang memberikan kelegaan dan perteduhan. Hidup manusia yang singkat itu menjadi berarti karena ada kasih setia Allah. Hidup manusia yang sia-sia menjadi berarti karena ada satu pengharapan akan tempat perteduhan kelak. Kemurahan Tuhan dinyatakan dalam kehidupan manusia hari demi hari (ay. 17). Allah menyertai umat-Nya untuk hidup bersama-sama dengan Dia yang memberikan sebuah tempat perlindungan dan perteduhan.

Karena itu, mari berdoa kepada-Nya, seperti Musa berdoa: “Sungguh, kiranya hari-hari kami, tahun-tahun kami, tidak berlalu begitu saja, tanpa adanya pengharapan, tanpa adanya pembebasan dari kuasa dosa, tetapi penuhkanlah kami dengan ‘pujian’ kepada Allah sebagai hidup yang berkemenangan atas segala perlindungan, dan kasih-Mu ya Tuhan.” Mari kita semakin menyadari akan kasih setia Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih setia. Jika Tuhan setia kepada umat-Nya, bagaimana kesetiaan kita kepada-Nya?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s