Panggilan Beribadah

Bacaan hari ini: Mazmur 100
“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” (Mazmur 100:2)

Mazmur 100 ini adalah sebuah panggilan beribadah bagi setiap umat Tuhan di seluruh dunia. Dalam ayat 1 dikatakan: Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Memang dapat dipahami bahwa pada waktu penulis mazmur ini menulis, dia menujukannya kepada seluruh orang Israel yang ada di seluruh Israel, maupun di luar Israel. Namun dalam konteks yang lebih luas, ajakan ini tidak terbatas hanya bagi orang-orang Israel di seluruh dunia, tapi juga setiap orang yang percaya kepada TUHAN di seluruh dunia.

Pemazmur menulis Mazmur 100 ini dengan dua panggilan untuk beribadah dan dua alasan mengapa kita harus beribadah.
(i) Panggilan beribadah (ay. 1, 2),
(ii) Mengapa Allah disembah (ay. 3): Allah (3a), Pencipta (3b), Pemilik (3c), Gembala (3d),
(iii) Panggilan beribadah (ay. 4),
(iv) Mengapa Allah disembah (ay. 5): Allah itu baik, kasih setia-Nya selamanya, kesetiaan-Nya turun temurun.

Bahkan Pemazmur menjelaskan detail apa yang harus kita lakukan dalam ibadah kepada-Nya, yaitu:
(i) Bersorak-sorai (ay. 1),
(ii) Beribadah dengan sukacita (ay. 2),
(iii) Menaikkan nyanyian syukur (ay. 4a),
(iv) Menaikkan puji-pujian (ay. 4b),
(v) Bersyukur kepada Tuhan (ay. 4c)

Membaca serta merenungkan Mazmur ini seharusnya menyadarkan kita bahwa ibadah bukan hanya datang, duduk, dengarkan firman, lalu pulang. Awalnya, ibadah dimulai dengan panggilan dari Tuhan kepada setiap kita, orang percaya. Yang mengundang adalah Allah, pencipta alam semesta, yang menggembalakan serta menunjukkan kasih setia-Nya turun-temurun kepada kita, masakan kita tidak mau menghadiri undangan beribadah-Nya? Juga, pada waktu kita melangkah ke dalam Gereja untuk beribadah maka kita tidak boleh hanya duduk diam. Pemazmur mengajak kita untuk bersorak-sorai, menyanyi dengan sukacita, bersyukur dan meninggikan kasih kesetiaan Tuhan kita. Bagaimana dengan kehidupan beribadah kita? Apabila setiap minggu kita telah mendengar panggilan Tuhan untuk beribadah, apakah kita datang beribadah?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s