Penuntun Hidup Dalam Kebahagiaan dan Kebenaran

Bacaan hari ini: Mazmur 119:1-88
“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.” (Mazmur 119:1)

Hampir setiap aktivitas dalam masyarakat selalu memiliki “aturan.” Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memiliki kehidupan yang baik, teratur, dan lancar. Dengan adanya aturan, kualitas hidup manusia diharapkan dapat menjadi lebih baik.

Namun kenyataannya, sering kali yang terjadi di tengah masyarakat tidaklah demikian. Seperti pepatah yang mengatakan: “Peraturan dibuat untuk dilanggar.” Kondisi ini sesungguhnya menunjukkan bahwa manusia yang telah jatuh dalam dosa cenderung pada apa yang jahat, tidak teratur, dan merugikan orang lain (bdk. Kej. 6:5; 8:21). Itulah sebabnya peraturan mengimplikasikan, bahwa manusia tidak mungkin mencapai kebahagiaan dan kebenaran, dari dirinya sendiri. Manusia membutuhkan “tuntunan hidup yang benar,” yang bukan berasal dari manusia sendiri, melainkan berasal dari TUHAN. Itulah yang pemazmur ingin, agar kita sungguh-sungguh memperhatikan firman-Nya.

Dalam bacaan hari ini, kita merenungkan Mazmur 119. Mazmur ini adalah sebuah mazmur yang unik, karena ditulis dalam pola alfabet Yahudi (alef-Taw), yang masing-masing memiliki 8 kalimat. Isi dari mazmur ini mengumandangkan pentingnya peraturan/firman Tuhan bagi kehidupan umat Tuhan. Jika manusia ingin menemukan kebahagiaan dan kualitas hidup yang baik, maka langkah yang harus ditempuhnya ialah dimulai dari mencintai firman Tuhan dan hidup menurut perintah-Nya. Itulah sebabnya, mazmur ini dimulai dengan sebuah proklamasi: (1) Orang yang berbahagia adalah orang yang hidupnya tidak bercela. Ketidakbercelaannya bukanlah menurut ukuran manusia, melainkan menurut ukuran Tuhan, yaitu sesuai Taurat-Nya (ay. 1). (2) Orang yang berbahagia adalah orang memegang peringatan-peringatan-Nya dan mencari Tuhan dengan segenap hatinya. Karena itu, jika kita ingin mendapatkan kebahagiaan dan kebenaran yang sejati, marilah kita mengikuti tuntunan firman Tuhan dalam hidup kita. Semakin kita mengenal firman-Nya dan hidup di dalamnya, maka kita akan semakin mengerti kualitas dan nilai hidup yang sejati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s