Pertolonganku Ialah dari Tuhan

Bacaan hari ini: Mazmur 121
“Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.” (Mazmur 121:4)

Dalam mazmurnya, pemazmur menyatakan imannya tentang Tuhan yang adalah Penolong dalam hidupnya. Ketika dia menantikan dan mencari pertolongan, hatinya teguh percaya bahwa “pertolonganku adalah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.” Keteguhan ini didasarkan pada:

(1) Tuhan itu Mahakuasa, Dialah Pencipta langit dan bumi.

Pemazmur teguh meletakkan hidupnya dalam perlindungan Tuhan karena pemazmur tahu bahwa Tuhan sanggup menolongnya. Tidak ada hal yang lebih besar dari Tuhan, karena Tuhan itu Mahakuasa.

(2) Tuhan tidak pernah lalai dan tertidur.

Manusia adalah ciptaan yang sangat terbatas, dipengaruhi oleh kelemahan dan dibatasi oleh ruang dan waktu. Sehingga ketika kita mencoba untuk menolong orang lain, terdapat keterbatasan. Tetapi Tuhan tidak demikian, Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian, bahkan Dia tidak pernah tertidur dan terlelap sehingga tidak memperhatikan keadaan kita yang membutuhkan pertolongan. Maka dari itu, janganlah kita berpikir bahwa jika situasi hidup kita sedang ada dalam kesulitan demi kesulitan, itu berarti Tuhan sedang lupa atau lalai dalam kehidupan kita.

(3) Bagaimana jika tetap ada kesulitan dalam kehidupan kita?

Mazmur ini mengatakan, walaupun tetap ada “matahari,” “bulan,” perjalanan hidup yang belum tentu aman untuk kita jalani, Tuhan ada di “sebelah tangan kanan” kita. Artinya, Dia tidak meninggalkan kita, Dia beserta kita. Kesulitan memang bisa kita hadapi, tetapi Dia tidak akan membiarkan kita jatuh dan tergeletak. Bahkan nyawa kita sekalipun ada dalam genggaman tangan-Nya, sehingga kita boleh percaya bahwa kematian tidak akan memisahkan kita dari-Nya.

Kiranya mazmur ini menjadi kekuatan dan meneguhkan iman kita ketika sedang melayangkan mata dan mencari-cari pertolongan dalam permasalahan hidup kita. Kita tahu bahwa Tuhanlah Penolong kita. Tuhan akan menolong kita dengan cara-Nya yang terkadang natural dan terkadang di luar pemikiran kita. Karena itu, kita tetap dapat berharap dan bersandar kepada-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s