No Hidden Area

Bacaan hari ini: Mazmur 139:1-24
“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.” (Mazmur 139:23)

Adalah natur manusia menyembunyikan sesuatu yang merupakan aib baginya. Sesuatu yang buruk seringkali disimpan rapat-rapat di kedalaman hati yang terdalam, dengan harapan tidak ada seorang pun yang mengetahui dan mengoreknya kembali. Di dalam kegelapan hati itulah, manusia merasa aman dari kesalahan yang diperbuatnya.

Daud nampaknya pernah mengalami situasi demikian. Ia memiliki aib yang mungkin tidak ada seorang pun yang tahu, ia menyimpan rapat-rapat di dalam kegelapan hatinya, berharap aib itu hilang dengan sendirinya dan tidak ada seorang pun akan mengetahui dan menghakimi kesalahan yang diperbuatnya itu. Namun masalahnya adalah, ia hanya seorang manusia, seorang yang diciptakan oleh Sang Pencipta (ay. 13-18), yang lebih superior dibanding dirinya. Ya, dia diciptakan oleh Allah yang Mahatahu (ay. 1-6) dan Allah yang Mahaada (ay. 7-12) sehingga tidak mungkin lari daripada-Nya. Oleh karena itu Daud sadar bahwa sebenarnya tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Allah mengetahui segala sesuatu yang terjadi, termasuk apa yang di dalam lubuk hati terdalam. Itu berarti Daud harus menyerahkan hatinya kepada Allah.

Menyadari hal ini, Daud meminta Allah untuk menyelidiki, mengenal, dan menguji hatinya. Ia meminta kepada-Nya untuk boleh melihat apakah hatinya serong atau tidak (ay. 24). Ia sadar jika tidak ada yang tersembunyi daripada-Nya maka tidak lain dan tidak bukan, yang harus Daud lakukan adalah meminta Allah untuk meluruskan jalan hatinya. Sehingga segala sesuatu yang dipikirkan dan akan dilakukan mendapatkan tuntunan Tuhan, agar segala sesuatunya boleh berkenan kepada Tuhan.

Melalui pengalaman hidup Daud ini, kita juga diajar bahwa tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Setiap motivasi hati, rancangan, serta rencana kita, diketahui Allah dengan sempurna, bahkan setiap dosa yang “terselubung” pun diketahui dengan jelas oleh Allah. Maka dari itu, marilah kita mengaku dosa di hadapan Allah dan meminta-Nya untuk menuntun kehidupan kita, supaya kita berada di jalan yang benar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s