Berkat dari Hikmat

Bacaan hari ini: Amsal 3:5-6
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

Banyak manusia, termasuk orang Kristen, berusaha untuk mencapai keberhasilan hidupnya dengan berbagai cara, seperti: bekerja dan mengumpulkan harta (materi), berusaha memiliki pengetahuan luas/tinggi dengan berbagai gelar yang dimiliki; dengan memiliki hal-hal tersebut,—diharapkan manusia bisa mencapai keberhasilan hidup.

Apakah salah jika kita mengusahakan itu semua? Harta/materi dan pengetahuan yang luas penting bagi seorang Kristen untuk membantunya menjalani kehidupan di dalam dunia ini. Namun yang paling penting adalah bagaimana dia mengerti bahwa keberhasilan hidupnya harus dipandang dan diusahakan di dalam jalan Tuhan. Setiap orang Kristen sejati mendambakan kehidupan yang dituntun dan disertai oleh Tuhan, itu pasti. Kehidupan yang dituntun oleh Tuhan merupakan berkat dari hikmat yang ia miliki. Inilah kehidupan yang berhasil menurut Alkitab. Persoalannya, bagaimana kita bisa memiliki hidup yang demikian? Mari kita perhatikan apa yang tertulis di dalam Amsal ini.

Tema dari Amsal 3 berkaitan dengan hikmat. Pertanyaannya, “Apakah yang dimaksud dengan hikmat itu?” Di dalam konteks kitab Amsal, secara khusus Amsal 1:7, hikmat dapat diartikan sebagai “takut akan Tuhan.” Namun dalam Amsal 3:5, “percaya kepada Tuhan” dapat diartikan sebagai hikmat. Jadi secara sederhana dapat kita simpulkan, orang yang percaya kepada Tuhan (pastinya orang yang takut akan Tuhan juga) adalah orang yang memiliki hikmat.

Secara umum, Amsal 3:5-6 menggambarkan tentang orang berhikmat (=maksudnya orang yang percaya dan takut kepada Tuhan) dan berkat yang ia miliki. Apakah berkat yang dimilikinya? Jawabannya terdapat pada kalimat selanjutnya, “Ia akan meluruskan jalanmu”, yang dapat diartikan sebagai tuntunan dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan orang Kristen. Melalui bagian ini kita dapat menyimpulkan bahwa berkat dari hikmat itu adalah tuntunan dan penyertaan Tuhan di dalam kehidupan setiap orang percaya. Sudahkah kita miliki hidup yang demikian?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s