Belajar dari Semut

Bacaan hari ini: Amsal 6:6-8
“Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” (Amsal 13:4)

Salah satu sifat yang Alkitab bahas adalah sifat malas. Setiap manusia punya potensi dan cenderung memiliki sifat dan sikap malas. Dalam kitab Amsal sendiri setidaknya ada 19 kali, sifat dan sikap malas ini disinggung, baik berkaitan dengan “tanggung jawab yang harus dikerjakan” (Ams. 6:6,9; 10:26;12:24, 27; 18:9; 19:24;21:25, dst), maupun berkaitan dengan “hikmat dan akal budi” (bnd. Ams. 15:19; 20:4; 26:16, dst).

Pertanyaannya, apakah hubungan antara sifat malas dan kehidupan kita sebagai orang Kristen? Jika kita melihat bagian-bagian firman Tuhan di dalam kitab Amsal yang menyinggung tentang sifat dan sikap malas ini, setidaknya kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang malas sebetulnya mengabaikan “anugerah Tuhan” di dalam hidupnya.

Dalam Amsal 6:6-8, Salomo menasihati orang muda [disebut sebagai “anakku”], bagaimana si pemalas mengabaikan anugerah Tuhan di dalam hidupnya. Dengan mengambil contoh semut, Salomo menegur mereka yang tidak mempersiapkan hidupnya dengan baik untuk menghadapi masa yang akan datang. Semut akan mempersiapkan masa depannya dengan mengumpulkan roti sebagai persediaan makanan untuk masa yang akan datang. Meskipun tidak memiliki pemimpin yang memimpin dan mengatur hidupnya, semut tetap bekerja dan mengumpulkan hasilnya. Tujuannya, agar semut itu bisa hidup dan bertahan di dalam hidupnya.

Hal yang sama juga terjadi pada diri kita apabila kita menjadi malas, sehingga kita mengabaikan “anugerah Tuhan di dalam hidup kita.” Tuhan mengaruniakan akal budi, dan keterampilan kepada kita supaya kita bisa “mempersiapkan masa depan kita”, tentunya dengan bekerja secara jujur, dan dengan mengandalkan Tuhan, sehingga hasil yang akan diperoleh akan membuat kita mampu bertahan menghadapi kesukaran dan kesulitan hidup masa yang akan datang. Bagaimanakah dengan kita, apakah kita sudah memaksimalkan anugerah Tuhan di dalam hidup kita? Seperti kata Amsal 12:27, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s