Kebenaran dan Kasih

Bacaan hari ini: Amsal 21
“Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.” (Amsal 21:21)

Menjalani kehidupan kekristenan ialah sesuatu yang identik dengan kehidupan penuh kasih. Namun, kecenderungan yang kemudian terjadi adalah kasih sering kali dimengerti sebatas hanya perasaan saja. Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, kasih hanyalah sebuah emosi, banyak dari kita yang beranggapan bahwa “kasih” adalah apa yang bisa kita dapat. Kita harus tahu, kasih lebih dari hanya sekadar perasaan saja, walaupun dapat menghasilkan banyak perasan-perasaan indah lain. Seorang pembicara, David Roper pernah berkata, “kebenaran tanpa kasih tak akan menjadi pengajaran yang mampu menyentuh jiwa. Kasih tanpa kebenaran adalah sebuah perasaan sentimentil karena segan melawan kehendak orang lain. Ketika kebenaran diungkapkan dengan kasih, Roh Allah akan memakainya untuk mengubah pikiran seseorang.”

Pertanyaannya, kasih seperti apa yang perlu kita kembangkan? Kasih tanpa syarat, yaitu kasih yang mampu menerima sekalipun nampaknya orang lain tersebut tidak dapat dikasihi, dan mendorong orang lain untuk dapat menjadi yang terbaik dari yang bisa mereka lakukan. Kasih yang menghargai setiap manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Kasih itu adalah sebuah komitmen untuk mengasihi orang lain, tanpa syarat. Karena kasih tidak pernah berputus asa, kasih tidak pernah gagal.

Namun, apakah kasih itu berarti tidak menegur orang lain yang berbuat salah? Kasih yang berasal dari Allah adalah suatu kasih yang dalam, namun juga kasih yang tegas. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia dengan memberikan apa yang terbaik dan yang diperlukan manusia, bukan apa yang diinginkan manusia. Kehidupan Tuhan Yesus selama Dia menjalani kehidupan di dunia ini, menunjukkan tindakan kasih. Tuhan menegur orang dengan kebenaran demi kebaikan diri mereka. Tuhan berkata-kata dengan kasih yang tegas kepada orang Farisi. Tuhan berbicara dengan bahasa kasih sesuai dengan apa yang perlu didengar oleh orang-orang di sekitar, dan bukan apa yang mereka mau dengar. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s