Indah pada Waktu-Nya

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 4
“… Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.” (Pengkhotbah 4:17)

Dalam pasal 3 dikatakan bahwa, untuk segala sesuatu ada masanya. Bersyukur kepada Tuhan, di tengah-tengah kelelahan hidup dan kesia-siaan hidup manusia, Tuhan menyatakan diri-Nya melalui momen-momen dalam hidup manusia, agar manusia tahu keberadaan Tuhan, dan perbedaan antara karya Tuhan dengan manusia (ps. 3:10-15), dan mudah-mudahan manusia dapat menyadarinya dan berbalik mencari Tuhan, sehingga akhirnya menemukan Tuhan serta makna hidup.

Renungan kemarin memberitahukan kita bahwa keselamatan semata-mata adalah anugerah Allah melalui kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Namun itu tidak berarti kita boleh sembarangan memperlakukan anugerah tersebut. Kita sudah menjadi manusia ciptaan baru, dalam relasi yang benar dengan Allah, sehingga kita harus meresponi anugerah-Nya dengan sikap yang benar. Pengkhotbah 4:17 mengatakan: “Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik daripada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.”

Kita tahu, bangsa Israel juga mengalami anugerah Tuhan, dari bangsa budak ditolong menjadi bangsa merdeka, memiliki negeri, tanah dan hukum Taurat sendiri, mereka juga rajin beribadah sebagai wujud mem-bangun relasi dengan Allah Juruselamatnya. Mereka berdoa, berpuasa, memberikan sedekah. Namun, justru Tuhan menegor perilaku keagamaan mereka (Mat. 6), karena mereka melakukannya untuk diri mereka, untuk dilihat dan dipuji oleh manusia, oleh sebab itu Tuhan tidak berkenan kepada kehidupan keagamaan mereka. Bagaimana dengan kita?

Janganlah kita sama seperti orang Farisi dan pemimpin agama Yahudi pada zaman Tuhan Yesus. Kita ke gereja, terlibat berbagai pelayanan, bahkan memberitakan Injil; namun tak ada ketaatan yang penuh terhadap Firman-Nya. Marilah kita mengasihi dan taat kepada-Nya, sebagai tanda, bahwa kita adalah orang Kristen sejati!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s