Hikmat Tertinggi

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 10:13
“Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” (Pengkhotbah 12:13)

Pengkhotbah pasal 12 adalah bagian akhir dari kitab yang ditulis sang pengkhotbah. Dalam bagian akhir ini pengkhotbah menjelaskan bahwa dia adalah seorang yang berhikmat. Dia telah menimbang, menguji dan menyusun banyak kata-kata hikmat. Bahkan bukan hanya berhikmat, dia pun mempunyai hati untuk mengajarkannya, supaya orang lain pun menjadi orang yang berhikmat. Salah satu cara pengkhotbah membagikan hikmatnya adalah dengan menuliskan kitab Pengkhotbah, sebuah kitab yang berisi pengajaran-pengajaran hikmat dari sang pengkhotbah. Di bagian akhir kitab pengkhotbah, sang pengkhotbah menyimpulkan satu kata kunci untuk menjadi orang yang berhikmat, “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.” Ini berarti, jika kita ingin menjadi orang yang berhikmat, kita harus takut akan Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya.

Kunci hikmat ini sangat berbanding terbalik dengan orang-orang dalam dunia ini yang mengaku berhikmat. Semakin tinggi manusia mempunyai gelar, semakin pandai seseorang, sering kali justru membawa manusia jauh dari Tuhan. Bahkan banyak ilmuwan dan orang-orang yang mengaku pandai tidak percaya bahwa ada Tuhan di dalam dunia ini. Dalam kacamata hikmat sang pengkhotbah, orang-orang tersebut adalah orang yang bodoh dan tidak berhikmat. Bagi pengkhotbah, orang yang berhikmat justru adalah orang-orang yang takut akan Tuhan dan melakukan perintah-perintah Tuhan.

Beberapa hari ini kita telah merenungkan mengenai hikmat dalam kehidupan sehari-hari yang dipaparkan oleh pengkhotbah. Dengan melakukannya, maka kita akan disebut sebagai orang yang berhikmat. Namun di akhir dari perenungan kita mengenai kitab hikmat pengkhotbah, kita diingatkan bahwa berhikmat dalam bertindak dan berperilaku sehari-hari belumlah cukup. Hikmat yang tertinggi adalah pada waktu kita takut akan Tuhan dan mau melakukan apa yang diperintahkan-Nya!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s